GURU NGAJI: Sebuah Potret Hidup Aktivis Dakwah

Guru Ngaji adalah sebuah film bergenre drama dengan durasi 103 menit. Ia bercerita tentang Mukri, seorang guru ngaji yang untuk memenuhi kebutuhan hidup, maka, ia memiliki pekerjaan sebagai badut di sebuah atraksi pasar malam. Tidak ada satupun orang yang mengetahui tentang hal itu, bahkan istri dan anaknya tidak ia beritahu.

Sampai suatu hari, karena sesuatu hal, Mukri mengalami dilema antara pekerjaan sebagai badut atau guru ngaji. Persoalan tidak berhenti sampai disitu, ada lagi sebuah kesempatan yang bagus tetapi membuat kebimbangannya bertambah besar.

Bagaimana jawaban akhir atas berbagai konflik yang dialami Mukri? Silahkan tonton di bioskop ya 😊😊😊

Untuk menonton Guru Ngaji ini sudah saya niatkan karena berbagai review yang bagus tentang film ini, juga ada kesan personal secara ayah, suami dan teman-teman saya banyak yang berprofesi sebagai seorang guru mengaji juga.

Seperti biasa, saya selalu berekspektasi biasa saja tetapi ternyata film Guru Ngaji ini sukses membuat saya marah, tertawa, terharu dan merenung. Campur-campur pokoknya. Dari segi akting, Donny Damara sukses memerankan perjuangan dan idealisme seorang bapak, saya juga menikmati akting pemain lain seperti istri Mukri, Parmin, Ismail bahkan Yanto. Saya juga suka settingnya yang mengambil lokasi sebuah pasar malam, tempat yang sudah mulai diabaikan oleh orang zaman now kayaknya ya.

Omong-omong, saya memang tipe penikmat film dengan kisah sederhana, realistis tetapi menyentuh hati, jadi saya suka banget dengan film Guru Ngaji. Alur ceritanya cepat, konfliknya banyak, unsur dramanya dapat dan kocaknya juga pas. Saya menyukai interaksi keluarga antara Mukri, Istri Mukri dan Ismail, terharu dengan persahabatan dan kerjasama Mukri, Parmin dan Koh Alung, dan terbawa persaingan kocak antara Parmin dan Yanto.

Film Guru Ngaji adalah film bagaimana kita harus menjalani hidup dengan baik walau banyak kesulitan tetapi terus meyakini bahwa dibalik kesulitan ada kemudahan. Film ini juga memotret kehidupan para guru ngaji, umumnya, dan semua aktivis dakwah, khususnya. Bagaimana kadang kepentingan antara terus berdakwah atau mencari nafkah harus dicari titik temunya. Satu lagi, dakwah itu tidak mudah, kita akan bertemu dengan hal atau orang yang akan berusaha menggoda kita menggadaikan idealisme tetapi yakinlah juga bahwa pasti ada orang-orang yang akan mendukung kita. Setiap kebaikan akan berbalas kebaikan, kan?

Terakhir, terimakasih kepada tim film Guru Ngaji yang sudah memberikan tontonan yang sangat baik. 😊

Dan kita semua sebagai penikmat film, Yuk dukung film baik untuk masa depan yang lebih baik 😊

Iklan

Moonrise Over Egypt: Agama dan Negara Tak Bisa Dipisahkan

Sebelum membahas review saya tentang film Moonrise Over Egypt, berikut sinopsis singkatnya:

April 1947, delegasi Indonesia tiba di Kairo untuk melakukan misi diplomatik demi mendapatkan pengakuan de jure dari pemerintah Mesir atas kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia. Mereka adalah Haji Agus Salim, Abdurrachman Baswedan, Mohammad Rasjidi dan Nazir Sutan Pamuntjak.


Tetapi, kenyataannya tidak semulus rencana. Duta Besar Belanda untuk Mesir, Willem Van Recteren Limpurg, meluncurkan serangkaian taktik untuk menggagalkan misi delegasi Indonesia termasuk menyusupi kelompok delegasi Indonesia dengan mata-mata.

Apa yang terjadi selanjutnya? Silahkan menonton di bioskop ya 😁

Dari segi poster dan trailer jujur saja, film ini terasa kurang menarik tetapi karena saya suka sejarah jadi berfikir toh saya ingin menikmati, mengetahui dan belajar sejarahnya. Jikapun nanti filmnya kurang menarik, setidaknya engga rugi amat gitu ya, minimal dapat pengetahuan baru. Jadi, fix, saya dan suami nonton film ini.

Ketika masuk ke dalam studio, kaget, karena didalamnya hanya ada 4 orang penonton, sudah termasuk kami berdua. Sedih ya, film bernilai sejarah gini malah kurang peminatnya.

Nah, meskipun awalnya meragukan, tapi, Alhamdulillah puas banget setelah nonton film berdurasi 114 menit ini. Walau bertema sejarah tetapi tidak membosankan, nilai sejarahnya jelas, bumbu dramanya pas, kocak tapi tidak terkesan alay atau lebay gitu. Kadang ada penampakan di frame filmnya yang berlebihan, tetapi itu tidak terlalu mengganggu jalannya cerita jadi saya mah no problem.

Secara garis besar, film yang disutradarai oleh Pandu Adiputra ini tentang perjuangan delegasi Indonesia, lebih mengerucut lagi kita akan dibuat kagum oleh betapa kerennya Haji Agus Salim. Seorang pahlawan yang bergelar The Grand Old Man, diplomat yang jago beberapa bahasa asing ini contoh seorang muslim yang baik juga nasionalis sejati. Beliau selalu menyertakan Allah dalam setiap keadaan dan mencintai negerinya lebih dari keluarganya, teman-temannya bahkan dirinya sendiri.

Selain berisi kisah perjuangan, fim ini juga menabur unsur drama percintaan dan persahabatan yang sederhana, manis tetapi menyentuh hati. Kita akan berkenalan dengan Hasan, Hisyam dan Zahra yang mewakili mahasiswa Indonesia dan Malaysia yang mendukung perjuangan, juga hubungan saling mendukung dan memahami antara Abdurrahman Baswedan, Mohammad Rasjidi dan Nazir Sutan Pamuntjak.

Pada film ini juga banyak nilai kehidupan yang bisa kita ambil, seperti kecintaan terhadap negeri, perjuangan, pengorbanan, keikhlasan, kepiawaian diplomasi, persahabatan juga arti memegang suatu amanah. Jika kita muslim, maka Haji Agus Salim telah memberi contoh bahwa Islam itu bukan sekedar sajadah dan sholat tetapi juga pandangan hidup yang menentukan arah kehidupan kita, sebagai muslim, sebagai manusia, juga sebagai warga suatu negara.

Satu lagi yang paling saya suka adalah di film ini bertabur dialog-dialog keren yang menginspirasi tentang perjuangan, kehidupan, bahkan pernikahan. Salahsatu quote yang paling saya ingat adalah ketika Haji Agus Salim berbincang dengan Hisyam, dengan yakin beliau berkata:

Berjuang itu bukan pilihan tetapi kemestian hidup

Jadi, buat teman-teman yang suka nonton film atau ingin belajar sejarah Indonesia dengan format yang lebih asyik, bisa nonton Moonrise Over Egypt ini. Selamat menonton 😊😊😊

Cara Asyik Hafal Qur’an

Kalau kita itu Muslim pasti pernah dong membaca Qur’an. Pernah engga kefikiran kayaknya asyik ya lihat oranglain bisa baca Qur’an dengan lancar dan fasih tanpa harus membuka Qur’an lagi? masyaAllah gitu kan. InsyaAllah kalau iri sama orang yang hafal Qur’an itu iri yang berfaedah.

Nah, suatu hari saya mengobrol dengan seorang teman yang seorang Hafidzah alias hafal Qur’an gitu, dan Alhamdulillah dia kasih tips metode asyik buat menghafal Qur’an. Daripada saya timbun sendiri, lebih baik saya share di blog kan yang mudah-mudahan ada yang berminat untuk menghafal Qur’an juga. Caranya adalah sebagai berikut:

1. Belajar tahsin
Tahsin adalah cara memperbaiki bacaan Qur’an. Sebelum masuk untuk menghafal Qur’an, baiknya kita perbaiki bacaan Qur’an dahulu agar ketika sudah hafal, cara baca kita tidak salah karena memperbaiki bacaan Qur’an ketika sudah hafal atau belum hafal ayatnya itu beda lho.

2. Selama proses menghafal Qur’an hanya pakai satu Qur’an saja
Kenapa? Fungsinya supaya memori kita menyimpan letak ayat yang akan kita hafal dengan baik. Bagaimanapun menghafal Qur’an bukan hanya isi ayatnya saja tetapi juga urutan ayat tersebut. Jadi, supaya sudah tercetak dengan jelas di otak, usahakan hanya memakai satu Qur’an saja.

3. Disiplin dengan target pribadi
Disiplin memang salahsatu kunci sukses dalam hal apapun termasuk dalam proses menghafal Qur’an. Misalnya kita sudah ada target pribadi setelah sholat subuh harus menghafal minimal 2 ayat maka kita disiplinkan itu. InsyaAllah lama kelamaan hafalan Qur’an akan semakin banyak jika kita bisa mengatur waktu.

4. Sebelum ayat yang satu hafal dengan baik, jangan pindah ayat dulu
Iyes, optimalkan hafalan satu ayat tersebut. Biarkan memori dan hati merekam dengan baik tentang ayat tersebut supaya susah hilangnya.

5. Baca terjemahannya juga
Buat kita yang ga bisa bahasa arab paling enak sambil ngafal itu sambil baca terjemahnya karena biasanya jika ada ayat yang kita tahu artinya dan berkesan banget, lebih nempel di otak gitu.

6. Ulangi ayat yang sudah kita hafal dalam bacaan sholat
Kata dia, ini jurus paling jitu. Ketika kita sudah mencoba mengulangi hafalan dalam sholat insyaAllah itu ayat bakal nempel banget, apalagi ketika sholat tahajud, itu sangat baik sekali.

Nah, itulah 6 tips asyik menghafal Qur’an. Masih bilang ngafal Qur’an itu susah? Yuk ah berlomba-lomba dalam kebaikan 😊

Bedanya Nulis Fiksi dan Non-Fiksi

Menurut Wikipedia, karya Fiksi adalah karya imajiner tetapi tetap harus masuk akal dan mengandung kebenaran yang dapat mendramatisasikan hubungan-hubungan antar manusia, sedangkan Non-Fiksi adalah sebuah karya informatif yang pengarangnya dengan itikad baik bertanggungjawab atas kebenaran atau akurasi dari peristiwa, orang, dan/atau informasi yang disajikan.

Nah, itukan perbedaan diantara mereka, bagaimana dengan persamaannya? Persamaan diantara mereka adalah sama-sama bentuk tulisan yang harus benar, ada sumber data atau inspirasi. Dalam proses penulisan fiksi dan nonfiksi nanti akan kita temui perbedaan rasa. Ohiya kalau tulisan artikel ini hanya berdasar pengalaman pribadi saja ya, jadi kemungkinan tiap orang akan berbeda rasa, karena kalau kita memiliki perasaan yang sama nanti ada yang baper *lho 😅

Ketika menulis fiksi, kebetulan dalam hal ini saya baru pernah berkesempatan menulis cerpen dan skenario film pendek saja. Maka, hal pertama yang paling dirasakan adalah ketika menulis fiksi, si penulis harus riset kondisi sebenarnya di dunia nyata seperti apa, walau fiksi itu katanya imajiner tetapi tetap harus riset agar tetap terasa alami, kecuali jika kita berminat di genre fantasy kali ya. Yang kedua, kita harus mendalami karakter yang kita buat satu persatu, agar feel yang coba kita tulis merasuk juga ke hati pembaca atau pendengar atau penonton. Yang ketiga, memikirkan alur itu salahsatu yang paling rumit, biasanya saya mencoba untuk berdiskusi dengan tim atau dengan teman atau malah ke orang yang pernah merasakan peristiwa yang sama dengan si tokoh cerita alias narasumber aslinya. Dan terakhir, banyak nonton film yang bagus, karena di film itu alur benar-benar terlihat dan terasa, kita jadi belajar dan termotivasi untuk membuat cerita yang menarik juga kan 😊😊😊

Berikutnya adalah proses penulisan Non-Fiksi, yang pertama tetap harus riset apalagi jenis nonfiksi harus lebih padat dan dalam referensinya. Biasanya nonfiksi ini alurnya sudah jelas jadi kita tidak harus berkhayal atau berimajinasi macam-macam. Jenis nonfiksi ini adalah penulisan biografi, tulisan-tulisan ilmiah, teknis, sejarah atau ekonomi.

Kalau teman-teman, lebih suka nulis fiksi atau nonfiksi?

Writer’s Block? Nikmati saja!

Writer’s block adalah fenomena hilangnya secara tiba-tiba semua ide brilian dalam membuat sebuah tulisan, gejala ini seharusnya sementara tetapi kalau dibiarkan juga bisa jadi kronis dan menyebabkan tulisan kita gajadi-jadi. Sedih dan bingung banget kan kalau sudah terdampak ‘penyakit’ para penulis ini. 😌😌😌

Kalau kamu merasa sedang dilanda sindrom writer’s block, tenang saja, itu normal, setiap penulis pasti pernah merasakan kebuntuan berfikir dalam membuat tulisan. Rasanya memang engga enak banget dan pusing sekali, apalagi kalau kita lagi dikejar deadline, wah banget kan 😂😂😂

Tapi tapi selain sisi menyebalkannya, ada sisi menyenangkannya lho ketika kita lagi terkena writer’s block? Apa tuh? Yuk kita scroll artikel ini sampai bawah:

1. Otak kita bisa istirahat sejenak

Iyaaa, karena terlalu banyak tema yang ingin kita tulis kadang kita jadi ribet sendiri, mau nulis tentang ini atau tentang itu, ya kan? Nah kalau kita kena writers block, otak kita diminta untuk istirahat dan mengalihkan perhatian dari daftar deadline.

Misalnya nih, tidur, menyantap makan favorit, atau nonton film yang seru, yakalii setelah rehat, ide baru bermunculan.

2. Melihat dunia luar

Biar hidup kita tidak hanya menatap laptop tetapi juga menatap kamu, ups maksudnya, menatap dunia luar. Penulis butuh banyak ide atau imajinasi maka dituntut untuk lebih peka pada dunia di sekelilingnya. Jadi, peka dong peka, ada yang minta diajak jalan tuh *lho 😄😄😄

3. Menghemat energi listrik

Sudahlah kalau lagi buntu, tutup saja itu laptop. Semakin lama didepan pada akhirnya ketik, hapus, ketik, hapus (lintasan curhat banget ini). Biarkan abang laptop istirahat atau charge energi dia lagi, sambil kita juga istirahat fikiran. Cara ini juga bisa menghemat energi listrik yang berakibat penekanan biaya bulanan untuk PLN 😅😂

4. Bebas tulis apa saja yang ada difikiran, serandom apapun itu

Daripada engga ada, yasudah tulis saja sesuatu yang kita suka, yang tetiba ada di lintasan fikiran. Karena satu kata bisa jadi satu kalimat, satu kalimat bisa jadi paragraf, lho koq jadi banyak, nah ternyata dari iseng bisa jadi tulisan kan, kalau ini writers block membawa hikmah 😃😃😃

Nah, ternyata kebuntuan ide pun ada sisi positifnya ya, jadi, tetep semangat menulis ya kita. Kalau kena writers block lagi, boleh banget koq klik artikel ini lagi *eh 🤣🤣🤣

Setelah nikah, ngontrak atau tinggal bersama orangtua?

Hari itu, kita sudah seperti raja dan ratu dalam sehari. Semua do’a dan senyuman mengelilingi, jikapun ada tangis maka tangisan kebahagiaan yang tak dapat tertahan lagi.

Namun, Setelah resepsi yang penuh dengan suka terlewati, maka kita akan kembali ke kehidupan nyata beserta segala pernak-perniknya. Salahsatunya adalah keputusan untuk ngontrak dahulu, atau tinggal bersama dengan orangtua?

Nah, Berikut ini beberapa poin kelebihan dan kekurangan dari masing-masing keputusan:

1. Ngontrak sendiri

Ga enaknya mungkin kita akan ada tambahan pengeluaran untuk kehidupan sehari-hari seperti biaya listrik, air, makan, jajan *eh. Kita juga dituntut untuk mengerjakan semuanya sendiri, menanggung beban dan luka sendiri juga *lho 😂😂😂

Tapiiii, bahagianya adalah kita jadi lebih mandiri, bisa lebih mengenal karakter asli pasangan kita juga terkait privasi ya, pasti dong kalau sudah berumahtangga pengennya hanya suami istri itu yang tahu susah, senang, sedih, gembiranya, ga perlu oranglain tahu, kan? Pokoknya dunia milik berdua dan yang lain ngontrak 😂😂😂

2. Tinggal serumah dengan orangtua

Senangnya setelah nikah tinggal dengan orangtua atau mertua adalah kita bisa nabung lebih banyak secara kita ga perlu sewa rumah kan, dan lagi bakti kita sebagai anak tetap bisa full. Ohiya, pekerjaan rumah juga jadi lebih ringan jika kita itu perempuan dan masih aktif bekerja walau setelah nikah, banyak orang yang terpercaya juga serta siap membantu jika kita butuh bantuan. Asyik kan 😍

Yang mungkin bakal jadi agak kurang tepat nantinya adalah kita jadi belum begitu bisa mandiri dan walau orangtua atau mertua sebenarnya tidak ada niat menyusahkan anaknya tetapi pasti kita akan merasa ada ruang privasi yang terbatas.

Oke, sebenarnya keduanya baik hanya mungkin porsinya saja yang harus adil dan bagaimana penempatan diri kita dalam posisi tersebut juga harus tepat karena kalau tidak, yang banyak terjadi di sinetron indonesia gitu lah, hubungan anak-orangtua-menantu bisa terganggu, waaah jangan sampe deh ya.

Jadi, pilih yang mana? Tapi bagi yang masih single sih, cari pasangan dulu saja kali ya, peace ya 😃✌️

Drama Korea Seru Tentang Profesi Penulis

Sangat diakui, tema-tema yang diangkat pada drama-drama korea sangat beragam, walau sebenarnya sih secara alur cerita rata-rata drama korea itu sama saja tetapi rasanya ada ‘bumbu’ lebih yang membuat para pecinta drakor betah berjam-jam untuk nonton drama-drama pilihan mereka.

Dan salahsatu tema yang sangat berkesan untuk saya adalah tentang profesi penulis, karena ketika menonton itu saya bisa belajar lika-liku dibidang kepenulisan atau tiba-tiba merasa kisah mereka itu ‘gue banget’ walau saya mah masih penulis apalah apalah 🙈

Oke, berikut ini tiga drama korea yang berkesan banget, secara alur, tema dan isi ceritanya keren gitu:

1. Full House

Cung yang sudah nonton drama ini berkali-kali tapi ga pernah bosan, kalau gitu kita sama 😁

Full House bercerita tentang perjuangan Han Ji Eun untuk menjadi seorang penulis, awalnya tulisan dia tidak dilirik oleh siapapun hingga ia mengalami sebuah kejadian dalam hidupnya, dan akhirnya kisah hidup itu ia tuangkan menjadi sebuah novel.

Full House berisi tentang perjuangan seorang penulis amatir menuju profesional dan terkenal dengan dihias bumbu percintaan yang bikin baper dan gemes.

2. Because This is My First Life

Bercerita tentang Yoon Ji Ho, asisten penulis skenario yang bercita-cita menjadi seorang penulis skenario profesional. Dalam perjalanan untuk menggapai karirnya, ia mengalami suatu musibah hingga harus berurusan dengan Nam Se Hee, seorang lelaki mapan tetapi pelitnya minta ampun. Kebersamaan dua kepribadian ini akan mengantar kita pada kisah yang romantis namun realistis banget.

Buat kamu yang sedang mengejar karir, galau tentang pencarian dan arti pernikahan itu sendiri, bisa nonton drama ini. Pesan diakhir episodenya dapat banget.

3. Chicago Typewriter

Chicago typewriter berkisah tentang Han Se Joo yang mengalami writer block, pada saat itu lah ia bertemu seorang penggemarnya dan lelaki yang menyebut dirinya ghostwriter. Hubungan antara ketiga orang ini akan mengantar kita untuk bolak-balik flashback antara masa modern dan masa tahun 1930-an. Banyak misteri dan kejutan di drama ini juga lho.

Demikian 3 judul drama korea yang berisi lika-liku menjadi seorang penulis. Jadi, teman-teman rencana mau nonton yang mana dulu? 😁