5 hal berkesan yang bikin kangen umroh

Sebenarnya semua rangkaian umroh itu sangat sangat sangat berkesan dan pasti membuat ingin kembali kesana terus menerus. Tetapi karena akan terlalu panjang jika diceritakan semua, maka saya akan menceritakan hal-hal yang benar-benar paling berkesan dan bikin kangen untuk balik kesana.

1. Berkunjung ke Raudhah

Penampakan dari luar, Kubah hijau diatas adalah penanda letak rumah Nabi Muhammad SAW. Di rumah tersebut juga Rasulullah disemayamkan, disana juga dimakamkan dua sahabat terbaik beliau yaitu Abu Bakar Shiddiq dan Umar bin Khattab.

Tempat yang terletak diantara rumah saya dan mimbar saya adalah salah satu di antara taman-taman surga (HR. Bukhari Muslim)

Dari hadits ini, kita dapat ketahui bahwa apabila sholat dan berdo’a di Raudhah maka memiliki keutamaan dan kemuliaan. Maka dari itu, sholat dan do’a di Raudhah adalah list wajib jama’ah umroh dari manapun.

Untuk menuju Raudhah, kita bisa masuk dari pintu 25 atau 26 dan jadwalnya dibuka 3x sehari yaitu pagi sewaktu Dhuha sampai jam 11, antara Ba’da Zuhur-Ashr dan Ba’da Isya pukul 9 malam.

Untuk sholat dan do’a di Raudhah itu butuh perjuangan dan kesabaran banget. Maklum tempat khusus akhwat tidak terlalu lebar sedangkan jama’ah membludak dan ingin berlama-lama sholat dan do’a disana. Namun, Alhamdulillah ketika saya hendak sholat dan do’a disana diberi kemudahan banget oleh Allah. Kesannya? Ah tak bisa dijelaskan oleh kata-kata. Ibaratnya ketika kita di Raudhah itu kita akan ‘berjumpa’ dengan seseorang yang selama ini kita cintai, kita rindukan. Walaupun tak pernah saling bertemu tapi seluruh kecintaan dan kerinduan seperti menemukan puncaknya disana. Pokoknya bakal meleleh, nangis haru tak terbendung.

2. Menatap Ka’bah

Saat pertama kali menjejakkan kaki di gerbang Masjidil Haram dan sedikit demi sedikit melihat bentuk Ka’bah. Aduh ya Allah rasanya seperti menemukan tempat tujuan yang selama ini dicari dan diceritakan orang. Tak terlukis dengan kata-kata pokoknya.

3. Mencium Hajar Aswad

β€œKetika Hajar Aswad turun, keadaannya masih putih, lebih putih dari susu, lalu ia menjadi hitam akibat dosa-dosa anak Adam.” (HR Tirmidzi)

Hajar Aswad itu batu dari surga dan sebenarnya putih tapi karena dosa manusia maka ia menjadi hitam. Dalam penelitian lain juga, batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di Dunia dan mampu mengambang dalam air. Kabarnya, Di sebuah museum di Inggris, ada 3 buah potongan batu ini yang berasal dari Ka’bah dan pihak museum memberi info kalau batu tersebut bukan dari sistem tatasurya kita. MasyaAllah.

Sebenarnya gada kewajiban buat cium batu ini dalam rangkaian umroh tapi karena Rasulullah pernah melakukannya, maka saya berusaha keras untuk mencium batu ini.

Untuk mencium batu ini, perlu perjuangan yang super duper keras karena kita akan bersaing dengan banyak orang yang secara kekuatan dan body juga lebih besar dari rata-rata tubuh orang Indonesia.

Awalnya saya mengantri di wilayah kaum pria tapi ternyata persaingan sangat ketat dan susah sekali secara badan dan kekuatan mereka lebih besar dari saya. Tapi ketika keluar barisan itu dan menyerah, eh saya melihat ada barisan perempuan yang mengantri, yang rata-rata kaum perempuan dari Asia Selatan gitu, maka saya mencoba kembali mengantri.

Antri di barisan perempuan lebih mudah karena secara badan dan tenaga hampir seimbang, minimal sama-sama tinggi jadi badan saya ga kelelep diantara tubuh mereka. Dorongan dari belakang membuat saya sedikit demi sedikit maju ke depan namun ketika antrian tinggal 2 orang di depan saya, hampir saya menyerah karena terdesak banget. Namun, Bismillah, saya kuatkan tekad dan banyakin dzikir lagi dan Alhamdulillah akhirnya berhasil mencium Hajar Aswad itu.

Perjuangan tidak berhenti disitu, kawan. Awalnya kan berjuang untuk mencium batu itu ya tapi setelah mencium, perjuangan selanjutnya adalah keluar dari kelompok itu!!!

Saya ingat sekali, ketika mencium batu itu, antrian dibelakang sudah mendesak saya untuk cepat-cepat. Tetapi Alhamdulillah terdengar suara dari belakang “Nisa, Nisa” mungkin orang itu berniat membela saya agar antrian dibelakangnya tak berdesakan karena ada wanita didepannya. Ciee jangan baper ya πŸ˜„

Pas sudah mencium Hajar Aswad, eh koq lantainya licin ya, saya waswas banget khawatir tergelincir karena sekali kita jatuh, waah alamat jadi peyek ini, jadi saya harus kuat. Karena saya sudah lemas dan desakan makin parah maka saya teriak dalam bahasa arab “ana khuruj, ana khuruj” yang artinya “saya keluar, saya keluar”. Alhamdulillah setelak teriak seperti itu, jalan dibuka dan sedikit demi sedikit bisa keluar dari orang-orang itu. Alhamdulillah ya Allah, puas dan bersyukur banget tapi lemas tiada terkira πŸ˜…

Tips yang mau umroh dan niat cium Hajar Aswad: Persiapan mental dan fisik serta dzikir sepanjang waktu, karena walau fisik dan mental kita kuat tanpa pertolongan Allah itu tetap ga bisa deh rasanya karena banyak yang mundur juga.

4. Bertemu dengan Muslim dari seluruh Dunia

Berkenalan dengan orang baru dan mendengarkan kisah mereka jadi hal yang berkesan juga. Sempat bertemu juga dengan jama’ah Indonesia dari kota lain dan berkenalan dengan muslim dari Inggris, Pakistan, Jerman lalu mendengar kisah mereka bisa membuat kita lebih terbuka. Jadi, muslim itu bersaudara walau beda warna kulit, beda negara, beda suku. (Maaf gada fotonya, sibuk ngobrol, dan rasanya ga enak juga baru kenal eh minta foto πŸ˜…)

5. Masjid Nabawi dan Masjidil Haram itu ramah anak banget

Bukan untuk membandingkan tapi memang berasa banget. Disana Masjid bukan sekedar tempat ibadah tetapi tempat belajar, berdiskusi, bermain juga. Jadi, orang dewasa senang di Masjid, anak-anakpun betah di Masjid 😊

Demikian kira-kira coretan dan curhatan saya, selain untuk mengisi blog juga mengabadikan momen yang terlalu sayang untuk dilupakan πŸ˜…

Maaf apabila kurang berkenan dan kurang berfaedah ya 😁

Semoga teman-teman juga dimudahkan untuk berangkat umroh dan merasakan juga sensasi kebahagiaan yang tak terkira ini. Aaamiin 😊

Iklan

Hari-hari Umroh, part 1

Dalam postingan dengan judul Hari-hari Umroh akan berkisah tentang pengalaman dan kesan selama ada disana. Selain untuk menghimpun kenangan pribadi juga semoga bermanfaat bagi pembaca yang hendak kesana.

Senin, 23 Oktober 2017

Sebenarnya pesawat ke Jeddah itu berangkat pukul 11 siang tetapi karena kumpul jam 8 pagi. Namun dikhawatirkan terkena macet, maka setelah subuh langsung berangkat menuju Bandara Soekarno-Hatta dengan diantar Abi, Ummi serta Adikku. Dan benar saja, Senin pagi itu macet tapi Alhamdulillahnya kami tepat waktu sampai di Bandara.

Tepat pukul 11.05, pesawat meninggalkan tanah air. Ada perasaan excited, bahagia dan bersyukur banget layaknya dream comes true gitu. Garuda memang top banget, datang tepat waktu, fasilitasnya uwenak tenan, makanannya banyak juga, selama 9 jam terbang Jakarta-Jeddah ga berasa bosannya karena banyak ‘pembunuh waktu’nya dan makanan dapat 2x πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹

Alhamdulillah sampai Jeddah sekitar pukul 20:00 waktu Indonesia atau pukul 16:00 waktu Arab Saudi, perbedaan waktunya hanya 4 jam. Proses imigrasi dan pengambilan koper pun tidak terlalu lama dan gada masalah.

Tujuan awal yaitu menuju Madinah, jarak antara Jeddah dan Madinah kurang lebih 5-6 jam perjalanan via bus dengan satu kali transit di rest area untuk makan malam dan sholat. Kesan selama perjalanan? Sepiiii banget, jalanannya lebar dan ga banyak gedung tinggi. Nikmat banget dah.

Setelah berjam-jam di Bus akhirnya sampai juga di Hotel. Kami menginap di Hotel Oasis Madinah yang jaraknya ga terlalu jauh dari Masjid Nabawi, kira-kira bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama 5-10 menit.

Suasana kota Madinah

Selasa, 24 Oktober 2017

Sekitar pukul 03.00, saya dan suami sudah beranjak ke masjid, ga sabar pengen menginjakkan kaki di Masjid Nabawi. Dan pandangan pertamanya adalah MasyaAllah, gatau lagi mau ngomong apa, terharu, gembira dan bahagia yang kebangetan pokoknya.

Sunrise di Masjid Nabawi

Oia, karena suami ga bawa handphone k masjid jadi kami janjian di pintu gerbang no 17. Sering dengar dari orang-orang kalo pergi umroh bareng pasangan itu ujiannya memang kesabaran, pasti ada aja masalahnya. Nah itu bener banget, setelah sholat subuh saya langsung menuju gerbang no 17 untuk menunggu suami, tapi detik dan menit berlalu belum juga datang, untung ada ibu-ibu asal pakistan yang sedang menunggu suami juga jadi saya ga malu banget gitu nunggu di gerbang yang dilewatin banyak orang.

Payung favorit 😍

Sabar, sabar, begitu kata saya dalam hati. Dan Alhamdulilah, akhirnya suami saya datang juga dengan membawakan segelas air zamzam untuk saya. Jadi ternyata beliau pas sholat itu di Raudhah nah pas sholat kan ditutup ya ikut ketutup juga jadi nunggu dibuka dulu. Ada-ada saja. Tapi gapapa, udah dibawain air zamzam sebagai hadiah menunggu, hehehe

Uniknya tiap habis subuh sepanjang jalan dari hotel menuju masjid itu berderet lapak-lapak jualan semacam pedagang kaki lima di pasar tanah abang, harganya murah-murah, sebagai contoh abaya seharga 15 riyal, pashmina 2 riyal, dan sebagainya. Saya ga beli koq cuman window shopping aja 🀣

Sarapan di hotel dengan makanan Indonesia jadi ga asing banget di lidah. Suasana kekeluargaan antar jama’ah juga hangat jadi berasa umroh bareng keluarga besar juga.

Oia, saya menempati kamar khusus perempuan yang berisi 4 orang yaitu Teh Mida dari Bandung, Bu Sri dan Bu Ii dari Jakarta serta saya sendiri. Dan biasalah perempuan, kami ada niat untuk jalan-jalan keliling area sebelah masjid, sebelum masuk ke masjid, hihihi.

Penghuni kamar 107

Area samping Masjid Nabawi berisi Hotel dan Mall, sekilas suasananya mirip Tanah Abang atau Thamrin City gitu lah. Oia, disini juga banyak penjual yang fasih berbahasa Indonesia dan menerima pembayaran dalam Rupiah pecahan 100k dan 50k. Setelah puas berkeliling, kami kembali ke Masjid.

Agenda selanjutnya sampai malam berkisar antara Masjid dan Hotel saja.

Generasi Lebih Baik Dimulai dari Perencanaan Pendidikan yang Baik

Tanggal 20-22 Oktober 2017 di Mall Kota Kasablanka, saya mengikuti sebuah event kece bernama SunLife EduFair 2017. Dalam kegiatan ini kita kan diperkenalkan dengan budaya merencanakan keuangan yang baik untuk masa depan yang lebih baik. Di even dahsyat ini, penyampaian pengaturan keuangan dilakukan secara santai tapi tetap berbobot, ada berbagai talkshow parenting dan 25 sekolah top formal dan nonformal se-jabodetabek yang ikut andil acara.

Nah, salahsatu talkshow tentang keuangan bagi keluarga muda ini narasumbernya adalah Bapak Ringgo Agus, dan Ibu Sabai Dieter dan si super duper cute and cool Bjorka 😍😍😍

Dalam event EduFair 2017 ini juga, SunLife meluncurkan program Bright Education yaitu portal informasi 25 sekolah bermutu tinggi se-jabodetabek yang bisa menjadi acuan orangtua untuk memilih sekolah yang sesuai minat dan aspirasi anak. Dalam program Bright Education ini tidak hanya profil sekolah tetapi juga berisi fitur-fitur bermanfaat, seperti: Fitur Sekolah, Fitur Perbandingan/komparasi, Fitur Kalkulator dam Fitur Artikel. Untuk info lebih lengkapnya bisa dilihat dalam portal www.brightedu.co .

Berikut 2 contoh stand sekolah yang bisa dipilih dalam program Bright Education:

Nah, untuk info yang lebih lengkap, teman-teman bisa klik http://sunlife.co.id/indonesia?vgnLocale=in_ID

Suntik Meningitis di KKP Halim Perdanakusuma

Salahsatu syarat pengajuan visa umroh adalah calon jama’ah wajib melampirkan buku kuning sebagai bukti telah diberi vaksin meningitis. Penyakit meningitis adalah penyakit radang selaput otak dan Arab Saudi merupakan salah satu tempat endemik bagi penyebaran virus penyebab penyakit meningitis. Jadi sebagai bentuk ikhtiar, maka saya dan suami pun melakukan vaksin meningitis.

Karena hanya memiliki waktu satu hari saja, jadi kami bertanya ke teman-teman sesama jama’ah tentang tempat suntik yang sepi dan ga perlu antri. Nah jawaban mereka adalah Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Cawang. Pergilah kami kesana, tetapi ternyata kedatangan kami kesana bukan pada jadwalnya jadi terpaksa batal untuk divaksin di RS tersebut

Tapi karena hanya ada waktu luang satu hari itu, kami tak menyerah untuk mencari tempat vaksin terdekat dari situ. Setelah minta bantuan ke mbah google, jawabannya adalah ke KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) Halim Perdanakusuma. Sebenarnya agak ragu menuju kesana karena baca-baca artikel tentang suntik meningitis disana itu bakal antri panjang. Tetapi kembali lagi, waktu pendek membuat kami harus bergerak cepat dan akhirnya tetap ke KKP tersebut.

Setiba disana, Alhamdulillahnya ternyata sepi, apa mungkin karena kesananya pas weekday ya, jadi antrian tidak terlalu banyak. Saya dan suami hanya butuh waktu 1 jam untuk menyelesaikan semuanya. Berikut rinciannya:

1. Mengisi formulir

Kabarnya isi formulir ini bisa via online lho tetapi karena kami mendadak juga datangnya jadi baru bisa isi formulir di tempat. Pengisian formulir ini harus saling cepat ya karena berkaitan dengan nomor urut. Formulir terdiri dari biodata, info keberangkatan umroh dan pertanyaan tentang riwayat kesehatan kita. Oia, kita perlu melampirkan fotocopy ktp dan paspor ke dalam formulir tersebut. (Maaf gada fotonya, udah riweuh buru-buru isi formulir πŸ˜…)

2. Pembayaran di loket.

Selesai mengisi dan menyerahkan formulir kembali. Kita menunggu panggilan untuk melakukan pembayaran sebesar Rp 305.000 di loket.

3. Menunggu antrian nomor urut

Setelah melakukan pembayaran, kita akan mendapat nomor urut, nah nomor urut ini terbagi 2: inisial B untuk wanita dan E untuk pria, ruangannya pun berbeda

4. Suntik meningitis

Di ruangan vaksin, terdapat 3 petugas kesehatan didalamnya. 1 bertugas menanyakan riwayat kesehatan kita, 1 bagian suntik dan 1 lagi yang menulis di buku kuning.

Oia, karena saya kesana tanggal 14 dan biasanya saya haid tanggal 13. Maka sebelum disuntik meningitis, saya diminta untuk cek kehamilan di Lab yang masih satu area. Proses testpack ini hanya untuk memastikan apakah saya hamil atau tidak, jika hamil maka dilarang untuk disuntik. Dan benar hasilnya negatif, duh padahal dalam hati terdalam mah pengen hasilnya positif *eh curhat πŸ˜…. Untuk sesi pengecekan kehamilan ini, ada biaya tambahan sebesar Rp. 30.000.

Alhamdulillah semua proses selesai dan tergolong cepat karena kami datang pukul 09.30 selesai pukul 10.40.

Demikianlah langkah-langkah untuk melakukan Vaksin Meningitis. Semoga bermanfaat ya, temans. Dan mohon do’anya juga supaya umroh kami berjalan lancar dan berkah. Aaamiin

Catatan 5 tahun pernikahan

Dahulu sekali, saya berfikir dan membayangkan bagaimana rasanya bersama dengan seseorang selama 24 jam, 7 hari, 12 bulan, 5 tahun dan bertahun-tahun yang akan datang. ibaratnya dia lagi, dia lagi. Apa akan membosankan?

Agak flashback ke belakang, saya mengenal beliau 3 bulan sebelum nikah. Kami, dua orang yang simple ini melangsungkan pernikahan dengan sederhana dan merayakan pernikahan dengan sederhana pula. Bahagia itu sederhana ya kan πŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒ

Awal pernikahan, kami memutuskan untuk hidup mandiri jauh dari orangtua. Kebahagiaan dan ujian terus bergantian memberi warna pada hidup. Banyak hal yang telah dilakukan bersama mulai dari hal yang terlihat sepele seperti belajar bareng, masak bersama, hingga diskusi berat tentang isu-isu terkini atau sekedar leyeh-leyeh santai sambil menonton film atau mendengarkan lagu favorit kami berdua yaitu for the rest of my life-nya Maher Zain. Ah.. 5 tahun bukan waktu yang mudah namun tidak sesulit yang dibayangkan. Banyak drama-drama yang terjadi tetapi Alhamdulillah sebagai pasangan selow tidak berminat untuk mendramatisir lebih lanjut. πŸ™„πŸ™„πŸ™„

Dan tadaaaa… Alhamdulillah saya melewati fase itu juga. Dengan berbagai up and down yang terjadi diantara kami, dengan berbagai tawa dan tangis layaknya hujan dan pelangi. Kini, saya bisa menjawab pertanyaan terdahulu tersebut dengan jawaban, Alhamdulillah saya bahagia dan merasa terlengkapi dengan hadirnya beliau disisi serta tak pernah bosan. Bagaimana bisa bosan kalau ada pasangan segemes itu πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

Lalu, Apa setelah menikah sekian lama, kami tetap baik-baik saja? Oh tentu ada saja masalah tetapi Alhamdulillah selalu teratasi, kuncinya adalah selalu berusaha memperbaiki sikap, komunikasi yang baik dan belajar dari pernikahan orang-orang di sekitar kami. Dari cerita banyak orang itulah, didapat kesimpulan bahwa tidak ada rumahtangga yang sempurna, setiap rumah memiliki ujiannya masing-masing. Itu adalah pelajaran terbaik yang kami dapatkan di lima tahun pertama pernikahan ini. 😊😊😊

Dan inilah kami yang hidup layaknya dua orang sahabat yang bisa saling ejek bersama, saling keukeuh kalau lagi diskusi, saling support pada passion masing-masing dan saling berjuang demi kebaikan bersama. Mungkin kisah ini tidak ada apa-apanya dibanding teman-teman yang usia pernikahannya lebih lama, masih banyak hal juga yang harus kami pelajari. Maka, mohon do’anya semoga pernikahan kami selalu sakinah, mawaddah wa rahmah, sehidup sesurga, Aaamiin. 😊😊😊

Mohon do’anya dari teman-teman juga supaya kami segera dikaruniakan keturunan yang sholih dan sholihah… Aaamiin

Menjadi Istana Kedua?

“Maaf, aku mencintai suami orang”

Begitu sosok itu menjawab ketika kutawari seorang lelaki yang baik padanya. Agak shock. Teman ini perempuan sholihah, cantik dan cerdas. Saya rasa ketika dia mengungkapkan hal diatas berarti ia telah mengumpulkan segenap keberanian didalam hatinya.

Beberapa orang ditakdirkan jatuh cinta pada orang yang tepat, beberapa lagi mencintai seseorang yang telah dimiliki. Ini menjadi rumit karena harus membenturkan urusan hati dan kepentingan sendiri dengan pemilik hati yang lain.

Namun, jika engkau bersedia menjadi istana kedua bagi lelaki itu. Cobalah untuk memikirkan hal-hal berikut:

Langkah pertama, kenali dulu istri pertamanya. Wanita pasti lebih mengerti wanita lain.

Langkah kedua, istri pertama setuju 100% tidak? Saya rasa bakal sulit untuk setuju 100% tetapi jika memang engkau teguh berniat menjadi madu, maka cobalah untuk berbincang dari hati ke hati antara kalian.

Langkah ketiga, kalau pria itu punya anak juga perlu dipertimbangkan, kalau anaknya sudah dewasa tanya pendapatnya, namun jika sang anak masih kecil sanggup dan siapkah kamu langsung menjadi seorang ibu baginya.

Langkah keempat, menikah bukan hanya penyatuan dua insan tetapi juga menghubungkan dua keluarga. Maka, jika berencana poligami, pertimbangkan perasaan keluarga tiga pihak:

  1. Keluarga sendiri
  2. Keluarga calon suami
  3. Paling penting keluarga istri pertama karena tidak semua ibu bisa menerima anaknya dimadu

Tulisan ini tidak bermaksud menolak poligami, hanya mencoba untuk mengajak para wanita berfikir lebih bijak memahami poligami.

Dibalik layar seorang PASKIBRAKA

Seperti tahun-tahun sebelumnya, bulan Agustus selalu mengingatkan saya ketika masa SMA bertugas sebagai PASKIBRAKA. Teman-teman pasti sudah tau kalau tugas utama paskibraka ya mengibarkan bendera kan? Nah pada postingan kali ini saya mau cerita proses di balik layarnya.

Seleksi paskibraka dimulai ketika saya kelas X sekitar bulan April 2005. Seleksi paskibraka tidak hanya materi baris berbaris saja tetapi meliputi nilai raport, kesehatan tubuh, materi umum, tes bahasa inggris, dan penguasaan alat musik. Banyak kan? Iya! Seleksinya saja 2 hari dan dari ribuan peserta hanya dipilih sekitar 60 orang saja.

Dilatih oleh TNI dan POLRI

Jika sudah diterima, kita harus komitmen latihan tiap pekan dari bulan Mei sampai Juli, dari pagi sampai sore. Jangan berani bolos latihan 3x karena sangsinya dikeluarkan. Saya pernah bolos latihan 2x karena kesiangan dan diomelin habis-habisan, plis jangan ditiru  πŸ™ˆ

Latihan tiap pekan itu sebenarnya agak menguji ketahanan mental dan fisik bagi saya karena rumah jauh dari lokasi latihan maka jam 5 sudah harus berangkat latihan dan baru pulang sampai rumah sekitar jam 8 malam. Tiap pekan selama 3 bulan berturut-turut, strong yes πŸ˜…

Masuk bulan Agustus, maka seluruh anggota PASKIBRAKA WAJIB KARANTINA selama 10 hari. Mulai dari bangun tidur sampai mau tidur, jadwal sudah diatur dan harus disiplin. Sistem karantina ini layaknya barak militer.

Hasil sunbathing tiap hari πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

Bangun tidur sekitar jam 4an, sholat subuh dan sarapan lalu latihan sampai dzuhur.  ishoma, latihan lagi sampai ashar, latihan lagi sampai maghrib. Begitu terus selama 10 hari. Setelah isya adalah masa yang paling berat, bukan karena harus latihan tetapi harus mendengarkan materi umum. Ya Allah.. bayangin fisik sudah lelah sekali terus harus dengar materi umum, tetapi harus duduk tegak ga boleh ngantuk. Solusinya kalo kantuk sudah tak bisa tahan, biasanya kami membubuhkan minyak kayu putih di sekitar pipi atau dibawah kantung mata. Iyaaaa sampe segitunya πŸ˜…
Setiap gerakan ada hitungannya lho

Mendekati masa pengibaran, jadwal latihan bisa lebih padat. Bahkan kalau masuk grup 8 biasanya latihan sampai tengah malam. Iyaa latihan baris dan ngibarin yang kelihatannya mudah itu ternyata puanjaang kan ☺

Btw.. pembagian pembawa baki, pasukan pengibaran dan penurunan bendera itu baru dipilih ketika h-1 tgl 17 Agustus. Jadi ketika latihan, masing-masing pasukan harus latihan 2 formasi itu supaya pas penunjukan sudah siap apapun keputusannya.

Alhamdulillah, waktu itu saya sudah pakai jilbab

Kebetulan dulu, saya dapat grup bagian penurunan. Wuiihh deg-degan karena agak gerimis gitu. Tetapi Alhamdulillah pengibaran ataupun penurunan bendera di tanggal 17 Agustus 2005 berjalan lancar.

12 tahun berlalu dari hari itu, saya selalu bersyukur, bahagia dan bangga menjadi bagian dari PPI (Purna PASKIBRAKA Indonesia) karena disanalah pembentukan mental, karakter dan fisik. Dan jangan salah, menjadi paskibraka bukan sekedar modal baris saja karena barisan kompak yang kelihatan mudah itu butuh tingkat konsentrasi tinggi, setiap gerakannya ada hitungannya, konsentrasi meleset dikit maka akan bikin pasukan tak rapi.

Sekian postingan kali ini, semoga bermanfaat ya.. jika ada yang mau mengkoreksi silahkan karena sudah 12 tahun lalu jadi agak sedikit lupa detailnya…

Salam PASKIBRAKA,
Hayati Ayatillah

(PPI 2005 Kabupaten Bogor)