5 hal berkesan yang bikin kangen umroh

Sebenarnya semua rangkaian umroh itu sangat sangat sangat berkesan dan pasti membuat ingin kembali kesana terus menerus. Tetapi karena akan terlalu panjang jika diceritakan semua, maka saya akan menceritakan hal-hal yang benar-benar paling berkesan dan bikin kangen untuk balik kesana.

1. Berkunjung ke Raudhah

Penampakan dari luar, Kubah hijau diatas adalah penanda letak rumah Nabi Muhammad SAW. Di rumah tersebut juga Rasulullah disemayamkan, disana juga dimakamkan dua sahabat terbaik beliau yaitu Abu Bakar Shiddiq dan Umar bin Khattab.

Tempat yang terletak diantara rumah saya dan mimbar saya adalah salah satu di antara taman-taman surga (HR. Bukhari Muslim)

Dari hadits ini, kita dapat ketahui bahwa apabila sholat dan berdo’a di Raudhah maka memiliki keutamaan dan kemuliaan. Maka dari itu, sholat dan do’a di Raudhah adalah list wajib jama’ah umroh dari manapun.

Untuk menuju Raudhah, kita bisa masuk dari pintu 25 atau 26 dan jadwalnya dibuka 3x sehari yaitu pagi sewaktu Dhuha sampai jam 11, antara Ba’da Zuhur-Ashr dan Ba’da Isya pukul 9 malam.

Untuk sholat dan do’a di Raudhah itu butuh perjuangan dan kesabaran banget. Maklum tempat khusus akhwat tidak terlalu lebar sedangkan jama’ah membludak dan ingin berlama-lama sholat dan do’a disana. Namun, Alhamdulillah ketika saya hendak sholat dan do’a disana diberi kemudahan banget oleh Allah. Kesannya? Ah tak bisa dijelaskan oleh kata-kata. Ibaratnya ketika kita di Raudhah itu kita akan ‘berjumpa’ dengan seseorang yang selama ini kita cintai, kita rindukan. Walaupun tak pernah saling bertemu tapi seluruh kecintaan dan kerinduan seperti menemukan puncaknya disana. Pokoknya bakal meleleh, nangis haru tak terbendung.

2. Menatap Ka’bah

Saat pertama kali menjejakkan kaki di gerbang Masjidil Haram dan sedikit demi sedikit melihat bentuk Ka’bah. Aduh ya Allah rasanya seperti menemukan tempat tujuan yang selama ini dicari dan diceritakan orang. Tak terlukis dengan kata-kata pokoknya.

3. Mencium Hajar Aswad

“Ketika Hajar Aswad turun, keadaannya masih putih, lebih putih dari susu, lalu ia menjadi hitam akibat dosa-dosa anak Adam.” (HR Tirmidzi)

Hajar Aswad itu batu dari surga dan sebenarnya putih tapi karena dosa manusia maka ia menjadi hitam. Dalam penelitian lain juga, batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di Dunia dan mampu mengambang dalam air. Kabarnya, Di sebuah museum di Inggris, ada 3 buah potongan batu ini yang berasal dari Ka’bah dan pihak museum memberi info kalau batu tersebut bukan dari sistem tatasurya kita. MasyaAllah.

Sebenarnya gada kewajiban buat cium batu ini dalam rangkaian umroh tapi karena Rasulullah pernah melakukannya, maka saya berusaha keras untuk mencium batu ini.

Untuk mencium batu ini, perlu perjuangan yang super duper keras karena kita akan bersaing dengan banyak orang yang secara kekuatan dan body juga lebih besar dari rata-rata tubuh orang Indonesia.

Awalnya saya mengantri di wilayah kaum pria tapi ternyata persaingan sangat ketat dan susah sekali secara badan dan kekuatan mereka lebih besar dari saya. Tapi ketika keluar barisan itu dan menyerah, eh saya melihat ada barisan perempuan yang mengantri, yang rata-rata kaum perempuan dari Asia Selatan gitu, maka saya mencoba kembali mengantri.

Antri di barisan perempuan lebih mudah karena secara badan dan tenaga hampir seimbang, minimal sama-sama tinggi jadi badan saya ga kelelep diantara tubuh mereka. Dorongan dari belakang membuat saya sedikit demi sedikit maju ke depan namun ketika antrian tinggal 2 orang di depan saya, hampir saya menyerah karena terdesak banget. Namun, Bismillah, saya kuatkan tekad dan banyakin dzikir lagi dan Alhamdulillah akhirnya berhasil mencium Hajar Aswad itu.

Perjuangan tidak berhenti disitu, kawan. Awalnya kan berjuang untuk mencium batu itu ya tapi setelah mencium, perjuangan selanjutnya adalah keluar dari kelompok itu!!!

Saya ingat sekali, ketika mencium batu itu, antrian dibelakang sudah mendesak saya untuk cepat-cepat. Tetapi Alhamdulillah terdengar suara dari belakang “Nisa, Nisa” mungkin orang itu berniat membela saya agar antrian dibelakangnya tak berdesakan karena ada wanita didepannya. Ciee jangan baper ya 😄

Pas sudah mencium Hajar Aswad, eh koq lantainya licin ya, saya waswas banget khawatir tergelincir karena sekali kita jatuh, waah alamat jadi peyek ini, jadi saya harus kuat. Karena saya sudah lemas dan desakan makin parah maka saya teriak dalam bahasa arab “ana khuruj, ana khuruj” yang artinya “saya keluar, saya keluar”. Alhamdulillah setelak teriak seperti itu, jalan dibuka dan sedikit demi sedikit bisa keluar dari orang-orang itu. Alhamdulillah ya Allah, puas dan bersyukur banget tapi lemas tiada terkira 😅

Tips yang mau umroh dan niat cium Hajar Aswad: Persiapan mental dan fisik serta dzikir sepanjang waktu, karena walau fisik dan mental kita kuat tanpa pertolongan Allah itu tetap ga bisa deh rasanya karena banyak yang mundur juga.

4. Bertemu dengan Muslim dari seluruh Dunia

Berkenalan dengan orang baru dan mendengarkan kisah mereka jadi hal yang berkesan juga. Sempat bertemu juga dengan jama’ah Indonesia dari kota lain dan berkenalan dengan muslim dari Inggris, Pakistan, Jerman lalu mendengar kisah mereka bisa membuat kita lebih terbuka. Jadi, muslim itu bersaudara walau beda warna kulit, beda negara, beda suku. (Maaf gada fotonya, sibuk ngobrol, dan rasanya ga enak juga baru kenal eh minta foto 😅)

5. Masjid Nabawi dan Masjidil Haram itu ramah anak banget

Bukan untuk membandingkan tapi memang berasa banget. Disana Masjid bukan sekedar tempat ibadah tetapi tempat belajar, berdiskusi, bermain juga. Jadi, orang dewasa senang di Masjid, anak-anakpun betah di Masjid 😊

Demikian kira-kira coretan dan curhatan saya, selain untuk mengisi blog juga mengabadikan momen yang terlalu sayang untuk dilupakan 😅

Maaf apabila kurang berkenan dan kurang berfaedah ya 😁

Semoga teman-teman juga dimudahkan untuk berangkat umroh dan merasakan juga sensasi kebahagiaan yang tak terkira ini. Aaamiin 😊

Iklan

33 pemikiran pada “5 hal berkesan yang bikin kangen umroh

  1. Kalo ada like button lbh dr satu, aku mau like lebih dari satu kali mba. Bacanya aku mbrebes mili, kayaknya sedih aja gitu baper apalagi di bagian mencium hajar aswad. MasyaAllah.. Sampai sulit berkata2 🙂

  2. Masya Allah Mba, baca tulisanmu bikin aku rindu ke Baitullah lagi. Rasa tak percaya, 2 minggu lalu aku ada di sana, menangis sejadi-jadinya di depan Kabah. Btw, setuju aku juga suka sekali dengan Masjid Nabawi

  3. Makasih kak udah berbagi pengalaman. Disana perjuangan banget ya kalo mau mencium Hajar Aswad. Semoga bisa kesana bareng keluarga.

  4. MasyaAllah kak Hay… Paling berkesan kayaknya waktu baca tentang Raudhah. Kalo kita cinta seseorang, liat rumahnya aja udah bahagia banget…
    Semoga ada kesempatan untuk berumroh juga… Aamiin.

  5. Umroh… Salah satu wishlist yg belum tercapai… Semoga nanti bisa kesana bersama keluarga kecilku… Amin. Tulisan kak Hay menyentuh dakuu… 💕

  6. MasyaAllah pengen kesana. harusnya tahun kemarin umroh, tapi sepertinya Allah belom mengizinkan. Duitnya keburu ditilep sama travel umroh yang ngakunya no. 1

    Izinkan Hamba kesana ya Allah.

  7. Siapapun yang bercerita tentang indahnya ibadah umroh selalu bikin pengen ke sana. MasyaaAllah..semoga aku dan teman2 semua yang belum, diberikan kemudahan untuk ke sana. Aamin.
    Terima kasih mba Hayati tulisannya..

  8. Yang kadang saya bingung… Orang memilih umroh dulu bukan daftar haji dulu. Padahal yg wajib haji. Setelah umroh, entah kapan mulai nabung haji

  9. Semoga saya bisa segera kesana, amin.
    pas baca di bagian perjuangan nyium hajar aswad sampai ngebayangin bagaimana riwehnya hehehe.

  10. Alhamdulillah banget kak bisa sampai cium Hajar Aswad

    On Point : mesti ngapalin dikit2 bahasa yang berlaku buat kepepet kayak kejepit itu ya kak..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s