Catatan 5 tahun pernikahan

Dahulu sekali, saya berfikir dan membayangkan bagaimana rasanya bersama dengan seseorang selama 24 jam, 7 hari, 12 bulan, 5 tahun dan bertahun-tahun yang akan datang. ibaratnya dia lagi, dia lagi. Apa akan membosankan?

Agak flashback ke belakang, saya mengenal beliau 3 bulan sebelum nikah. Kami, dua orang yang simple ini melangsungkan pernikahan dengan sederhana dan merayakan pernikahan dengan sederhana pula. Bahagia itu sederhana ya kan 😃😃😃

Awal pernikahan, kami memutuskan untuk hidup mandiri jauh dari orangtua. Kebahagiaan dan ujian terus bergantian memberi warna pada hidup. Banyak hal yang telah dilakukan bersama mulai dari hal yang terlihat sepele seperti belajar bareng, masak bersama, hingga diskusi berat tentang isu-isu terkini atau sekedar leyeh-leyeh santai sambil menonton film atau mendengarkan lagu favorit kami berdua yaitu for the rest of my life-nya Maher Zain. Ah.. 5 tahun bukan waktu yang mudah namun tidak sesulit yang dibayangkan. Banyak drama-drama yang terjadi tetapi Alhamdulillah sebagai pasangan selow tidak berminat untuk mendramatisir lebih lanjut. 🙄🙄🙄

Dan tadaaaa… Alhamdulillah saya melewati fase itu juga. Dengan berbagai up and down yang terjadi diantara kami, dengan berbagai tawa dan tangis layaknya hujan dan pelangi. Kini, saya bisa menjawab pertanyaan terdahulu tersebut dengan jawaban, Alhamdulillah saya bahagia dan merasa terlengkapi dengan hadirnya beliau disisi serta tak pernah bosan. Bagaimana bisa bosan kalau ada pasangan segemes itu 😄😄😄

Lalu, Apa setelah menikah sekian lama, kami tetap baik-baik saja? Oh tentu ada saja masalah tetapi Alhamdulillah selalu teratasi, kuncinya adalah selalu berusaha memperbaiki sikap, komunikasi yang baik dan belajar dari pernikahan orang-orang di sekitar kami. Dari cerita banyak orang itulah, didapat kesimpulan bahwa tidak ada rumahtangga yang sempurna, setiap rumah memiliki ujiannya masing-masing. Itu adalah pelajaran terbaik yang kami dapatkan di lima tahun pertama pernikahan ini. 😊😊😊

Dan inilah kami yang hidup layaknya dua orang sahabat yang bisa saling ejek bersama, saling keukeuh kalau lagi diskusi, saling support pada passion masing-masing dan saling berjuang demi kebaikan bersama. Mungkin kisah ini tidak ada apa-apanya dibanding teman-teman yang usia pernikahannya lebih lama, masih banyak hal juga yang harus kami pelajari. Maka, mohon do’anya semoga pernikahan kami selalu sakinah, mawaddah wa rahmah, sehidup sesurga, Aaamiin. 😊😊😊

Mohon do’anya dari teman-teman juga supaya kami segera dikaruniakan keturunan yang sholih dan sholihah… Aaamiin

Iklan

Galileo: Belajar Sains lewat Drama

Awalnya ga tertarik nonton drama ini karena dari poster filmnya kelihatan ga seru. Tapi tapi tapi koq drama ini ada sequel, edisi spesial dan versi movie nya, so pasti ini drama keren abis kan? Akhirnya saya memutuskan menontonnya juga.

Galileo ini tipe drama detektif gitu, unsur romantismenya cuman 5% karena profesor galileonya dan si detektif perempuannya sama-sama jaim sampai akhir episode, bikin gemes, wkwkwk.

Si profesor Galileo itu sebenarnya nama panggilan saja, nama aslinya Yukawa Manabu diperankan oleh Masaharu Fukuyama. Muka serius, jail dan jaimnya itu pas banget, bikin kita percaya kalau sensei yang gila fisika ini beneran ada 😅

Kaoru Utsumi diperankan oleh Kou Shibasaki, seorang detektif baru yang langsung menangani kasus-kasus aneh. Dia banyak dibantu oleh Galileo. Di episode 8 dan 9, mereka so sweet banget tapi tetep kaku. Hahaha

Episode pertama, keren banget, alur ceritanya tidak terduga, poin yang diambil juga luarbiasa. Saya terkagum-kagum sama penulis skenarionya, pasti beliau melakukan riset yang canggihnya kebangetan. Karena pertemuan pertama yang begitu mengesankan, maka saya mendownload semua episode plus sequelnya 😅😅😅

Kesan terhadap drama ini WOW banget. Selain jalan cerita yang menarik, seru dan ga gampang ketebak. Dorama ini juga bikin kita tahu kegiatan anak sains dengan rumus-rumus dan laboratoriumnya. Yang suka puyeng liat rumus fisika, dorama ini bikin kita bakal bilang ‘eh ternyata fisika tuh asyik ya dan mudah diaplikasi dalam kehidupan sehari-hari’.. serius! 😁

Di Galileo 2 teteup keren tapi sayangnya Kaoru Utsumi diganti oleh Misa Kishitani karena si ibu dipindah ke luarnegeri. Sedangkan di Galileo episode Zero diceritakan bagaimana awal mula Yukawa membantu kepolisian memecahkan misteri setiap kasus.

Jadi, bagi teman-teman yang suka nonton drama dan segala hal yang berbau sains pasti ajiiip nonton dorama ini. Dan dibawah ini salahsatu scene favorit saya:

Menjadi Istana Kedua?

“Maaf, aku mencintai suami orang”

Begitu sosok itu menjawab ketika kutawari seorang lelaki yang baik padanya. Agak shock. Teman ini perempuan sholihah, cantik dan cerdas. Saya rasa ketika dia mengungkapkan hal diatas berarti ia telah mengumpulkan segenap keberanian didalam hatinya.

Beberapa orang ditakdirkan jatuh cinta pada orang yang tepat, beberapa lagi mencintai seseorang yang telah dimiliki. Ini menjadi rumit karena harus membenturkan urusan hati dan kepentingan sendiri dengan pemilik hati yang lain.

Namun, jika engkau bersedia menjadi istana kedua bagi lelaki itu. Cobalah untuk memikirkan hal-hal berikut:

Langkah pertama, kenali dulu istri pertamanya. Wanita pasti lebih mengerti wanita lain.

Langkah kedua, istri pertama setuju 100% tidak? Saya rasa bakal sulit untuk setuju 100% tetapi jika memang engkau teguh berniat menjadi madu, maka cobalah untuk berbincang dari hati ke hati antara kalian.

Langkah ketiga, kalau pria itu punya anak juga perlu dipertimbangkan, kalau anaknya sudah dewasa tanya pendapatnya, namun jika sang anak masih kecil sanggup dan siapkah kamu langsung menjadi seorang ibu baginya.

Langkah keempat, menikah bukan hanya penyatuan dua insan tetapi juga menghubungkan dua keluarga. Maka, jika berencana poligami, pertimbangkan perasaan keluarga tiga pihak:

  1. Keluarga sendiri
  2. Keluarga calon suami
  3. Paling penting keluarga istri pertama karena tidak semua ibu bisa menerima anaknya dimadu

Tulisan ini tidak bermaksud menolak poligami, hanya mencoba untuk mengajak para wanita berfikir lebih bijak memahami poligami.

Jatuh cinta pada Batu

Setelah menyelesaikan kerjaan di Kediri. Saya dan suami memberi ‘hadiah’ atas kerja kami sendiri yaitu ngetrip ke Batu.

Dari kediri naik bus jurusan Malang turun di Batu. Perjalanan darat dari Kediri ke Batu kata abang busnya itu 2 jam tetapi ternyata sampai 4 jam dengan jalanan berliku tajam karena menembus gunung gitu lho.

Sampai di Batu, kami menginap di Oro Oro Ombo. Ternyata di sekitar penginapan itu dekat sekali dengan berbagai tempat wisata. Tetapi karena waktu yang pendek, kami hanya memilih beberapa saja yang dekat dan terjangkau. Btw, untuk keliling batu, kita bisa menyewa sebuah motor dengan biaya sewa 60.000/hari.

Destinasi yang kami kunjungi adalah sebagai berikut:

1. Kebun Apel

Diniatin pagi-pagi menembus dinginnya Batu ke kebun Apel untuk sarapan buah. Untuk memasuki kebun dan menyantap apel sepuasnya ini dikenakan biaya masuk, tapi maaf, Tiket masuknya berapa saya lupa, hehehe. Prinsipnya di kebun ini adalah All you can eat, makan sepuaaaasssnya tapi ga boleh dibawa pulang.

Sarapan buah

2. Museum Angkut

Ini list pertama banget karena lagi hits. Sesuai dengan namanya, museum ini berisi berbagai macam angkutan pada zaman baheula. Dengan konsep theme park, disini kita bisa punya banyak koleksi foto bagus untuk diupload di sosmed juga 😅

Neng rela ikut abang kemana aja... eaaaaa

3. Gunung Paralayang

Menuju tempat paralayang ini, agak ngeri-ngeri sedap. Rutenya berliku-liku dan angin gunung yang kencang cukup bikin degdegan sewaktu di motor. Harap berhati-hati ya. Tadinya mau coba paralayang tetapi antreannya ga nahaan panjang banget dan kami harus kejar kereta malam ke Jogja jadi terpaksa batal nyobain ‘terbang’ diatas kota Batu deh.

Nonton aja dulu

4. Rumah Pohon

Masih satu lokasi dengan tempat paralayang, tetanggaan. Untuk masuk sini, tiketnya 10.000/orang. Cukup seru. Foto-foto dibeberapa Rumah Pohon sambil melihat pemandangan kota Batu. Mantaab dah.

Merenungi kehidupan.. hahaha

5. Alun- Alun Batu

Tidak lengkap rasanya kalau pergi ke suatu tempat belum mengunjungi alun-alunnya. Maka dari itu, kami memutuskan untuk menikmati sore di alun-alun sebelum ke stasiun Malang

Di alun-alun Batu

6. Batu Night Spectacular

Ga sengaja lewat sini, tadinya mau masuk tapi dilihat-lihat kayaknya mainan anak-anak semua jadi kami batal masuk BNS. Alhasil terdampar di kedai bakso Malang, ajiiippp deh dinginnya Batu disuguhi bakso hangat. Mantab….

Numpang lewat

Demikian trip singkat dari kami. Batu yang sejuk, indah, nyaman dan ga macet bikin jatuh cinta banget deh.

Dibalik layar seorang PASKIBRAKA

Seperti tahun-tahun sebelumnya, bulan Agustus selalu mengingatkan saya ketika masa SMA bertugas sebagai PASKIBRAKA. Teman-teman pasti sudah tau kalau tugas utama paskibraka ya mengibarkan bendera kan? Nah pada postingan kali ini saya mau cerita proses di balik layarnya.

Seleksi paskibraka dimulai ketika saya kelas X sekitar bulan April 2005. Seleksi paskibraka tidak hanya materi baris berbaris saja tetapi meliputi nilai raport, kesehatan tubuh, materi umum, tes bahasa inggris, dan penguasaan alat musik. Banyak kan? Iya! Seleksinya saja 2 hari dan dari ribuan peserta hanya dipilih sekitar 60 orang saja.

Dilatih oleh TNI dan POLRI

Jika sudah diterima, kita harus komitmen latihan tiap pekan dari bulan Mei sampai Juli, dari pagi sampai sore. Jangan berani bolos latihan 3x karena sangsinya dikeluarkan. Saya pernah bolos latihan 2x karena kesiangan dan diomelin habis-habisan, plis jangan ditiru  🙈

Latihan tiap pekan itu sebenarnya agak menguji ketahanan mental dan fisik bagi saya karena rumah jauh dari lokasi latihan maka jam 5 sudah harus berangkat latihan dan baru pulang sampai rumah sekitar jam 8 malam. Tiap pekan selama 3 bulan berturut-turut, strong yes 😅

Masuk bulan Agustus, maka seluruh anggota PASKIBRAKA WAJIB KARANTINA selama 10 hari. Mulai dari bangun tidur sampai mau tidur, jadwal sudah diatur dan harus disiplin. Sistem karantina ini layaknya barak militer.

Hasil sunbathing tiap hari 😅😅😅

Bangun tidur sekitar jam 4an, sholat subuh dan sarapan lalu latihan sampai dzuhur.  ishoma, latihan lagi sampai ashar, latihan lagi sampai maghrib. Begitu terus selama 10 hari. Setelah isya adalah masa yang paling berat, bukan karena harus latihan tetapi harus mendengarkan materi umum. Ya Allah.. bayangin fisik sudah lelah sekali terus harus dengar materi umum, tetapi harus duduk tegak ga boleh ngantuk. Solusinya kalo kantuk sudah tak bisa tahan, biasanya kami membubuhkan minyak kayu putih di sekitar pipi atau dibawah kantung mata. Iyaaaa sampe segitunya 😅
Setiap gerakan ada hitungannya lho

Mendekati masa pengibaran, jadwal latihan bisa lebih padat. Bahkan kalau masuk grup 8 biasanya latihan sampai tengah malam. Iyaa latihan baris dan ngibarin yang kelihatannya mudah itu ternyata puanjaang kan ☺

Btw.. pembagian pembawa baki, pasukan pengibaran dan penurunan bendera itu baru dipilih ketika h-1 tgl 17 Agustus. Jadi ketika latihan, masing-masing pasukan harus latihan 2 formasi itu supaya pas penunjukan sudah siap apapun keputusannya.

Alhamdulillah, waktu itu saya sudah pakai jilbab

Kebetulan dulu, saya dapat grup bagian penurunan. Wuiihh deg-degan karena agak gerimis gitu. Tetapi Alhamdulillah pengibaran ataupun penurunan bendera di tanggal 17 Agustus 2005 berjalan lancar.

12 tahun berlalu dari hari itu, saya selalu bersyukur, bahagia dan bangga menjadi bagian dari PPI (Purna PASKIBRAKA Indonesia) karena disanalah pembentukan mental, karakter dan fisik. Dan jangan salah, menjadi paskibraka bukan sekedar modal baris saja karena barisan kompak yang kelihatan mudah itu butuh tingkat konsentrasi tinggi, setiap gerakannya ada hitungannya, konsentrasi meleset dikit maka akan bikin pasukan tak rapi.

Sekian postingan kali ini, semoga bermanfaat ya.. jika ada yang mau mengkoreksi silahkan karena sudah 12 tahun lalu jadi agak sedikit lupa detailnya…

Salam PASKIBRAKA,
Hayati Ayatillah

(PPI 2005 Kabupaten Bogor)