Kapan hamil???

Setelah pertanyaan kapan nikah selesai, maka episode selanjutnya adalah diuntit dengan pertanyaan kapan hamil? >.<

Sebulan atau dua bulan, pertanyaan ini mungkin akan dijawab dengan senyum malu-malu. Tetapi, akan sangat rumit jika pertanyaan ini ditujukan kepada pasangan yang sudah bertahun-tahun belum jua menemukan jawabannya, bahkan bisa jadi menjadi momok yang menyedihkan bagi mereka.

Dan sepertinya pertanyaan kapan hamil ini juga bercabang, bukan hanya bagi yang menunggu anak pertama saja, tetapi juga seperti: Kapan kasih adik ke si kakak? Kapan hamil anak kedua? Kapan nih kasih anak perempuan atau anak lelaki? Jadi, jika kalian lelah dengan pertanyaan kapan wisuda atau kapan nikah? Maka itu masih tahap pemanasan, kawan 🙂

Mungkin bagi yang bertanya, pertanyaan ini hanya sekedar iseng sebagai bahasan. Tetapi, bagi yang mengalaminya itu rasanya seperti makan tahu pakai cabai eh cabainya duluan yang tergigit, pedes, men! Kalau pernah ditinggalkan pacar sewaktu lagi sayang-sayangnya atau pernah dapat proyek besar tetapi tidak ada hasilnya, mungkin seperti itulah rasanya, bayangkan sendiri saja ya 🙂

Rezeki berupa anak sama seperti rezeki yang lain yang kita nikmati sampai hari ini, yaitu atas kehendak dan ridho Allah. Namun sayangnya, ada beberapa gelintir orang yang merasa bahwa rezeki anak itu atas kehebatan dia dan orang yang belum memilikinya patut untuk distempel dengan berbagai cap yang tidak enak untuk didengar, apalagi ditulis. Yaah do’akan saja semoga dia yang punya bakat jadi presenter silet itu bahagia dengan hidupnya. Ingat selalu, do’a orang yg terdzalimi itu langsung diijabah oleh Allah dan do’a yang kita panjatkan untuk oranglain itu berbalik kepada kita sendiri, jadi berdo’alah yang baik dalam waktu gembira atau sedih hati.

Bagi pasangan yang sedang merencanakan program kehamilan, baik itu untuk anak pertama, anak kedua atau anak yang beda jenis kelamin dari anak sebelumnya, tetap semangat! Selalu bersabarlah dengan kesabaran yang baik, yang tenang, yang adem. Allah akan memberi disaat yang terbaik menurutNya bukan menurut kita. Setelah ikhtiar panjang, ada yang lebih berhak untuk mengambil ‘penghapus dan pensil’ atas setiap impian kita. Tetap yakinkan diri, bahwa buah dari kesabaran adalah keindahan 🙂

Mengutip sebuah quote yang sangat indah:

Apa yang kamu idamkan adalah apa yang kamu inginkan. Tetapi, apa yang kamu miliki adalah apa yang Allah inginkan.

(Nouman Ali Khan)

Iklan

Jangan sebut aku, telat nikah!


Bulan lalu, seorang sahabat bercerita bahwa ia baru saja batal ta’aruf, ia merasa sedih sekali karena usia sudah menuju angka 3 tetapi jodoh tak kunjung datang jua. Ia sedih bukan karena kesal atas ketentuan Ilahi tetapi karena segala penjuru baik keluarga atau teman sudah menanyakan hal tentang pernikahan setiap saat, setiap waktu. Mulai dari kata-kata yang baik sampai dengan kalimat bernada sindiran yang nyelekit di hati.

Memang di masyarakat kita ini entah kenapa budaya nyinyir itu disebut juga perhatian, katanya nyinyir is caring. Padahal diam itu emas rasanya lebih indah ya 😀

Lalu, jika ada sebutan ‘nikah muda’, apa berlaku juga istilah ‘telat nikah’? Saya sepertinya memilih berpendapat tidak! Karena pada dasarnya semua akan menikah pada waktunya.

Perlu sama-sama kita sadari, menikah di usia berapapun adalah ketetapan Yang Maha Kuasa. Itu adalah hak mutlakNya, tidak bisa kita meminta mempercepat atau memperlambat. Jika ada yang menikah di usia 21 atau 30 atau 40 sekalipun itu adalah takdir yang berlaku. Tugas manusia hanya berikhtiar panjang, untuk hasilnya mari diserahkan kepada Ia yang Maha Mengetahui.

Lalu, bagaimana kalau kita bertemu dengan golongan ‘kiri’ yang bikin panas kuping dan hati? Bilang saja mohon do’anya dan kalau bisa tolong carikan juga calonnya, biasanya yang serius tanya akan serius juga mencarikan calon untuknya.

Dan kepada teman-teman yang hobi banget membuat kalimat yang jleb, coba deh berfikir sebelum berbicara, kalau kita ada di posisi dia bagaimana perasaannya. Selain simpati, tunjukkan juga rasa empati. Toh masih sesama manusia, kan? Jadi pasti masih punya hati 🙂