[Review Film] Ketika Mas Gagah Pergi: Kisah Gagah adalah kisah hijrah kita

image

KMGP sebenarnya kisah sederhana yang bergizi. Cerita tentang Gagah dan Gita, sepasang kakak-adik yang sangat akrab, yang biasa melalui hari-hari bersama, tak ada rahasia diantara mereka.
Hingga suatu hari setelah Gagah pulang dari Ternate, sang kakak mulai berbeda dari biasanya, dari yang anak gaul jadi anak masjid, selera musik juga berubah, pokoknya berubah 100% ! Gita pun panik karena merasa telah kehilangan sosok abang sampai kemudian dia bertemu seseorang yang dari cara bicara dan berfikir mirip dengan kakaknya itu, awalnya ia membenci tetapi karena pertolongan tulus dari pria berbaju kotak-kotak itu, ia mulai membuka fikiran dan hatinya untuk menerima perbedaan dan perubahan.
Di seri pertama ini juga kita diperkenalkan dengan kisah dari orang sekeliling Gagah dan Gita yaitu Tika (sohib kental Gita), Yudi dan para pensiunan preman yang tidak sengaja bertemu dengan Gagah, kisah mereka turut memperkaya ‘rasa’ film ini.

image

Sejujurnya saya lupa kisah detail KMGP ini secara membaca ceritanya sekitar awal tahun 2000an jadi hampir 15 tahun yang lalu ya, lupa juga itu baca d cerpen atau novel, punya sendiri atau pinjam ke teman. Jadi ketika saya menonton, saya benar-benar menonton film bukan menonton novel yang difilmkan.

Untuk ukuran film adaptasi dan para pemeran utamanya masih baru, saya cukup puas ya. Bisa dibilang KMGP ini ratingnya 4 dari 5, karena saya sempat terbawa suasana di film ini yang tidak pernah saya lakukan ketika menonton film drama Indonesia manapun.

Dari segi cerita, saya jadi berfikir, sesungguhnya kisah Gagah bisa jadi adalah kisah hijrah banyak orang. Kisah tentang anak gaul Jakarta yang keren beken, yang biasa ‘nongki nongki canci’ tiba-tiba berubah, berbeda, berusaha mengganti selera musik, selera berpakaian, berubah kegiatan dan pertemanan. Dengan diiringi pandangan aneh dan ledekan, ia tetap mencoba memberi pengertian pada keluarga dan lingkungan tentang perubahan alur hidupnya.

Mungkin kalau yang berasal dari keluarga dan lingkungan agamis, tidak akan aneh dengan jenggot, gamis, dan atribut lainnya. Tetapi bagaimana jika sebaliknya? Tidak bersalaman dengan nonmahram dianggap tidak sopan, berjenggot dikatakan seperti mirip hewan tertentu,  berjilbab panjang dan bergamis sudah dicap tidak akan sukses dan ‘laku’. Apakah kisah itu ada di dunia nyata? Banyak! Saya jadi ingat salahsatu teman yang harus sholat diam-diam lalu ketika memutuskan berjilbab, dia diusir oleh keluarganya.

Jadi, sebenarnya kisah Gagah adalah kisah hijrah. Ia begitu membumi karena banyak orang yang mengalaminya dalam keseharian. Banyak Gagah, Gita, Yudi, Tika, Preman yang bertemu Gagah, keluarga dan teman-teman disekeliling Gagah yang ada dalam versi nyatanya. Ada yang terus istiqomah dengan hijrahnya, ada yang menjemput hidayah lalu menerimanya, namun ada juga yang sudah diberi contoh tetapi tetap menolak ‘cahaya’ itu.

Diatas segala kelebihan KMGP, memang ada sedikit kekurangan, menurut saya agak sepele tetapi mungkin agak ganggu ke mata ya, contohnya celana gagah yang warnanya terus sama atau hampir satu warna selalu jadi kesannya seperti ‘ih koq ga ganti ganti ya‘ (ini detail banget ga sih kesannya, hahaha) terus sebenarnya agak bete ya harus ada acara bersambung tetapi itu bisa dimaafkan karena saya tipe penikmat cerita bukan sekedar nonton, jadi ya gapapa bersambung yang penting ceritanya tetap menawan hati, tidak memaksakan hanya satu kali tetapi ceritanya jadi jauh banget dari novelnya.

image

Naah, poin plus plus dari KMGP ini adalah ada konsultan syari’ahnya, coba ingat ingat film Indonesia mana yang ada pakar syari’ahnya? Sepanjang ingatan saya belum ada ya.  Jadi insyaAllah KMGP walau genrenya drama tetapi nafas islaminya terasa sekali.

Jadi, Ketika Mas Gagah Pergi memang film yang layak ditunggu dan ditonton. Sebuah film islami yang lembut dan penuh pesan damai.

Oia, setelah menonton film ini dijamin pasti mas Gagah jadi sosok kakak idaman, yang single ingin bersuamikan mas Gagah, yang punya anak ingin punya anak sebaik mas Gagah ini, Aaamiin Aaamiin ya Robb  ^^

Review ini diikutsertakan dalam Lomba Review Film ‘Ketika Mas Gagah Pergi http://www.kmgpthemovie.com dan http://www.flp.or.id

Iklan