Umroh (semi) Backpacker

Alhamdulillah tanggal 23- 30 Oktober kemarin, saya berkesempatan umroh bareng suami. Nah travel yang saya ikuti sebenarnya bukan murni travel tetapi dari komunitas dengan sistem sharecoast. Sharecoast itu kalau bahasa sehari-harinya adalah sistem patungan. Para backpacker sedunia insyaAllah hafal dengan istilah ini.

Awal dari pemberangkatan umroh ini adalah admin komunitas share biaya tiket. Alhamdulillah kemarin dapat Garuda yang direct flight Jakarta- Jeddah pulang pergi dengan harga 16jt untuk 2 orang. Kata orang itu murah banget, tapi saya mah katro ga pernah naik garuda jadi hayu aja ikut… Wkwkwk. Waktu tunggu dari pembelian tiket sampai keberangkatan itu sekitar 8-10 bulan.

Setelah tiket di tangan. Admin komunitas membuat grup whatsapp yang fungsinya untuk koordinasi biaya lainnya. Disitu dijelaskan terang benderang masing-masing biaya, karena ini komunitas bukan travel jadi menganut sistem terbuka. Oia, walau ini komunitas tetapi untuk mengeluarkan visa kudu via travel karena sudah rahasia umum kalo urus visa ke saudi rada susah kalo perorangan jadi mau ga mau tetap harus lewat travel.

Tiket udah beres jadi mari kita bicara tentang biaya-biaya lainnya untuk pergi kesana dan selama disana, rinciannya sebagai berikut:

💲 Pembayaran dalam bentuk $ usd

  • Hotel bintang 3 dengan kamar Quad (1 kamar isi 4 jamaah)$385
  • Visa Umroh $90
  • Biaya Asosiasi $15
  • Asuransi $6

🆔 Pembayaran dalam Rupiah

  • Biaya koper, batik, tas paspor dan pernak pernik Rp. 700.000
  • Biaya Administrasi sebesar Rp. 300.000
  • Biaya Mahrom Rp. 500.000

Jadi, jumlah semuanya DILUAR tiket adalah $496 + Rp 1,5jt untuk biaya satu orang.

Dan info penting nih, bagi yang setahun sekali umroh maka ada biaya sekian ribu dollar juga dari KBSA, jadi kalo niat umroh hematnya 2 tahun sekali supaya ga kena biaya lebih yang lumayan banget itu 😆😆😆

Nah, bagi teman-teman yang ada niat umroh dan kepo maksimal umroh semi backpacker ini, cuss join ke grup facebook “Umroh Tiket Murah”. Disana banyak info umroh murah, yang plus plus juga ada seperti plus Aqso, Turki, Mesir, swiss, dll. Bawaannya pengen lebih ikhtiar kerja dan do’a lagi saja kalo tengok grup itu, hehehe.

Iklan

Generasi Lebih Baik Dimulai dari Perencanaan Pendidikan yang Baik

Tanggal 20-22 Oktober 2017 di Mall Kota Kasablanka, saya mengikuti sebuah event kece bernama SunLife EduFair 2017. Dalam kegiatan ini kita kan diperkenalkan dengan budaya merencanakan keuangan yang baik untuk masa depan yang lebih baik. Di even dahsyat ini, penyampaian pengaturan keuangan dilakukan secara santai tapi tetap berbobot, ada berbagai talkshow parenting dan 25 sekolah top formal dan nonformal se-jabodetabek yang ikut andil acara.

Nah, salahsatu talkshow tentang keuangan bagi keluarga muda ini narasumbernya adalah Bapak Ringgo Agus, dan Ibu Sabai Dieter dan si super duper cute and cool Bjorka 😍😍😍

Dalam event EduFair 2017 ini juga, SunLife meluncurkan program Bright Education yaitu portal informasi 25 sekolah bermutu tinggi se-jabodetabek yang bisa menjadi acuan orangtua untuk memilih sekolah yang sesuai minat dan aspirasi anak. Dalam program Bright Education ini tidak hanya profil sekolah tetapi juga berisi fitur-fitur bermanfaat, seperti: Fitur Sekolah, Fitur Perbandingan/komparasi, Fitur Kalkulator dam Fitur Artikel. Untuk info lebih lengkapnya bisa dilihat dalam portal www.brightedu.co .

Berikut 2 contoh stand sekolah yang bisa dipilih dalam program Bright Education:

Nah, untuk info yang lebih lengkap, teman-teman bisa klik http://sunlife.co.id/indonesia?vgnLocale=in_ID

Suntik Meningitis di KKP Halim Perdanakusuma

Salahsatu syarat pengajuan visa umroh adalah calon jama’ah wajib melampirkan buku kuning sebagai bukti telah diberi vaksin meningitis. Penyakit meningitis adalah penyakit radang selaput otak dan Arab Saudi merupakan salah satu tempat endemik bagi penyebaran virus penyebab penyakit meningitis. Jadi sebagai bentuk ikhtiar, maka saya dan suami pun melakukan vaksin meningitis.

Karena hanya memiliki waktu satu hari saja, jadi kami bertanya ke teman-teman sesama jama’ah tentang tempat suntik yang sepi dan ga perlu antri. Nah jawaban mereka adalah Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Cawang. Pergilah kami kesana, tetapi ternyata kedatangan kami kesana bukan pada jadwalnya jadi terpaksa batal untuk divaksin di RS tersebut

Tapi karena hanya ada waktu luang satu hari itu, kami tak menyerah untuk mencari tempat vaksin terdekat dari situ. Setelah minta bantuan ke mbah google, jawabannya adalah ke KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) Halim Perdanakusuma. Sebenarnya agak ragu menuju kesana karena baca-baca artikel tentang suntik meningitis disana itu bakal antri panjang. Tetapi kembali lagi, waktu pendek membuat kami harus bergerak cepat dan akhirnya tetap ke KKP tersebut.

Setiba disana, Alhamdulillahnya ternyata sepi, apa mungkin karena kesananya pas weekday ya, jadi antrian tidak terlalu banyak. Saya dan suami hanya butuh waktu 1 jam untuk menyelesaikan semuanya. Berikut rinciannya:

1. Mengisi formulir

Kabarnya isi formulir ini bisa via online lho tetapi karena kami mendadak juga datangnya jadi baru bisa isi formulir di tempat. Pengisian formulir ini harus saling cepat ya karena berkaitan dengan nomor urut. Formulir terdiri dari biodata, info keberangkatan umroh dan pertanyaan tentang riwayat kesehatan kita. Oia, kita perlu melampirkan fotocopy ktp dan paspor ke dalam formulir tersebut. (Maaf gada fotonya, udah riweuh buru-buru isi formulir 😅)

2. Pembayaran di loket.

Selesai mengisi dan menyerahkan formulir kembali. Kita menunggu panggilan untuk melakukan pembayaran sebesar Rp 305.000 di loket.

3. Menunggu antrian nomor urut

Setelah melakukan pembayaran, kita akan mendapat nomor urut, nah nomor urut ini terbagi 2: inisial B untuk wanita dan E untuk pria, ruangannya pun berbeda

4. Suntik meningitis

Di ruangan vaksin, terdapat 3 petugas kesehatan didalamnya. 1 bertugas menanyakan riwayat kesehatan kita, 1 bagian suntik dan 1 lagi yang menulis di buku kuning.

Oia, karena saya kesana tanggal 14 dan biasanya saya haid tanggal 13. Maka sebelum disuntik meningitis, saya diminta untuk cek kehamilan di Lab yang masih satu area. Proses testpack ini hanya untuk memastikan apakah saya hamil atau tidak, jika hamil maka dilarang untuk disuntik. Dan benar hasilnya negatif, duh padahal dalam hati terdalam mah pengen hasilnya positif *eh curhat 😅. Untuk sesi pengecekan kehamilan ini, ada biaya tambahan sebesar Rp. 30.000.

Alhamdulillah semua proses selesai dan tergolong cepat karena kami datang pukul 09.30 selesai pukul 10.40.

Demikianlah langkah-langkah untuk melakukan Vaksin Meningitis. Semoga bermanfaat ya, temans. Dan mohon do’anya juga supaya umroh kami berjalan lancar dan berkah. Aaamiin

Catatan 5 tahun pernikahan

Dahulu sekali, saya berfikir dan membayangkan bagaimana rasanya bersama dengan seseorang selama 24 jam, 7 hari, 12 bulan, 5 tahun dan bertahun-tahun yang akan datang. ibaratnya dia lagi, dia lagi. Apa akan membosankan?

Agak flashback ke belakang, saya mengenal beliau 3 bulan sebelum nikah. Kami, dua orang yang simple ini melangsungkan pernikahan dengan sederhana dan merayakan pernikahan dengan sederhana pula. Bahagia itu sederhana ya kan 😃😃😃

Awal pernikahan, kami memutuskan untuk hidup mandiri jauh dari orangtua. Kebahagiaan dan ujian terus bergantian memberi warna pada hidup. Banyak hal yang telah dilakukan bersama mulai dari hal yang terlihat sepele seperti belajar bareng, masak bersama, hingga diskusi berat tentang isu-isu terkini atau sekedar leyeh-leyeh santai sambil menonton film atau mendengarkan lagu favorit kami berdua yaitu for the rest of my life-nya Maher Zain. Ah.. 5 tahun bukan waktu yang mudah namun tidak sesulit yang dibayangkan. Banyak drama-drama yang terjadi tetapi Alhamdulillah sebagai pasangan selow tidak berminat untuk mendramatisir lebih lanjut. 🙄🙄🙄

Dan tadaaaa… Alhamdulillah saya melewati fase itu juga. Dengan berbagai up and down yang terjadi diantara kami, dengan berbagai tawa dan tangis layaknya hujan dan pelangi. Kini, saya bisa menjawab pertanyaan terdahulu tersebut dengan jawaban, Alhamdulillah saya bahagia dan merasa terlengkapi dengan hadirnya beliau disisi serta tak pernah bosan. Bagaimana bisa bosan kalau ada pasangan segemes itu 😄😄😄

Lalu, Apa setelah menikah sekian lama, kami tetap baik-baik saja? Oh tentu ada saja masalah tetapi Alhamdulillah selalu teratasi, kuncinya adalah selalu berusaha memperbaiki sikap, komunikasi yang baik dan belajar dari pernikahan orang-orang di sekitar kami. Dari cerita banyak orang itulah, didapat kesimpulan bahwa tidak ada rumahtangga yang sempurna, setiap rumah memiliki ujiannya masing-masing. Itu adalah pelajaran terbaik yang kami dapatkan di lima tahun pertama pernikahan ini. 😊😊😊

Dan inilah kami yang hidup layaknya dua orang sahabat yang bisa saling ejek bersama, saling keukeuh kalau lagi diskusi, saling support pada passion masing-masing dan saling berjuang demi kebaikan bersama. Mungkin kisah ini tidak ada apa-apanya dibanding teman-teman yang usia pernikahannya lebih lama, masih banyak hal juga yang harus kami pelajari. Maka, mohon do’anya semoga pernikahan kami selalu sakinah, mawaddah wa rahmah, sehidup sesurga, Aaamiin. 😊😊😊

Mohon do’anya dari teman-teman juga supaya kami segera dikaruniakan keturunan yang sholih dan sholihah… Aaamiin

Galileo: Belajar Sains lewat Drama

Awalnya ga tertarik nonton drama ini karena dari poster filmnya kelihatan ga seru. Tapi tapi tapi koq drama ini ada sequel, edisi spesial dan versi movie nya, so pasti ini drama keren abis kan? Akhirnya saya memutuskan menontonnya juga.

Galileo ini tipe drama detektif gitu, unsur romantismenya cuman 5% karena profesor galileonya dan si detektif perempuannya sama-sama jaim sampai akhir episode, bikin gemes, wkwkwk.

Si profesor Galileo itu sebenarnya nama panggilan saja, nama aslinya Yukawa Manabu diperankan oleh Masaharu Fukuyama. Muka serius, jail dan jaimnya itu pas banget, bikin kita percaya kalau sensei yang gila fisika ini beneran ada 😅

Kaoru Utsumi diperankan oleh Kou Shibasaki, seorang detektif baru yang langsung menangani kasus-kasus aneh. Dia banyak dibantu oleh Galileo. Di episode 8 dan 9, mereka so sweet banget tapi tetep kaku. Hahaha

Episode pertama, keren banget, alur ceritanya tidak terduga, poin yang diambil juga luarbiasa. Saya terkagum-kagum sama penulis skenarionya, pasti beliau melakukan riset yang canggihnya kebangetan. Karena pertemuan pertama yang begitu mengesankan, maka saya mendownload semua episode plus sequelnya 😅😅😅

Kesan terhadap drama ini WOW banget. Selain jalan cerita yang menarik, seru dan ga gampang ketebak. Dorama ini juga bikin kita tahu kegiatan anak sains dengan rumus-rumus dan laboratoriumnya. Yang suka puyeng liat rumus fisika, dorama ini bikin kita bakal bilang ‘eh ternyata fisika tuh asyik ya dan mudah diaplikasi dalam kehidupan sehari-hari’.. serius! 😁

Di Galileo 2 teteup keren tapi sayangnya Kaoru Utsumi diganti oleh Misa Kishitani karena si ibu dipindah ke luarnegeri. Sedangkan di Galileo episode Zero diceritakan bagaimana awal mula Yukawa membantu kepolisian memecahkan misteri setiap kasus.

Jadi, bagi teman-teman yang suka nonton drama dan segala hal yang berbau sains pasti ajiiip nonton dorama ini. Dan dibawah ini salahsatu scene favorit saya:

Menjadi Istana Kedua?

“Maaf, aku mencintai suami orang”

Begitu sosok itu menjawab ketika kutawari seorang lelaki yang baik padanya. Agak shock. Teman ini perempuan sholihah, cantik dan cerdas. Saya rasa ketika dia mengungkapkan hal diatas berarti ia telah mengumpulkan segenap keberanian didalam hatinya.

Beberapa orang ditakdirkan jatuh cinta pada orang yang tepat, beberapa lagi mencintai seseorang yang telah dimiliki. Ini menjadi rumit karena harus membenturkan urusan hati dan kepentingan sendiri dengan pemilik hati yang lain.

Namun, jika engkau bersedia menjadi istana kedua bagi lelaki itu. Cobalah untuk memikirkan hal-hal berikut:

Langkah pertama, kenali dulu istri pertamanya. Wanita pasti lebih mengerti wanita lain.

Langkah kedua, istri pertama setuju 100% tidak? Saya rasa bakal sulit untuk setuju 100% tetapi jika memang engkau teguh berniat menjadi madu, maka cobalah untuk berbincang dari hati ke hati antara kalian.

Langkah ketiga, kalau pria itu punya anak juga perlu dipertimbangkan, kalau anaknya sudah dewasa tanya pendapatnya, namun jika sang anak masih kecil sanggup dan siapkah kamu langsung menjadi seorang ibu baginya.

Langkah keempat, menikah bukan hanya penyatuan dua insan tetapi juga menghubungkan dua keluarga. Maka, jika berencana poligami, pertimbangkan perasaan keluarga tiga pihak:

  1. Keluarga sendiri
  2. Keluarga calon suami
  3. Paling penting keluarga istri pertama karena tidak semua ibu bisa menerima anaknya dimadu

Tulisan ini tidak bermaksud menolak poligami, hanya mencoba untuk mengajak para wanita berfikir lebih bijak memahami poligami.

Jatuh cinta pada Batu

Setelah menyelesaikan kerjaan di Kediri. Saya dan suami memberi ‘hadiah’ atas kerja kami sendiri yaitu ngetrip ke Batu.

Dari kediri naik bus jurusan Malang turun di Batu. Perjalanan darat dari Kediri ke Batu kata abang busnya itu 2 jam tetapi ternyata sampai 4 jam dengan jalanan berliku tajam karena menembus gunung gitu lho.

Sampai di Batu, kami menginap di Oro Oro Ombo. Ternyata di sekitar penginapan itu dekat sekali dengan berbagai tempat wisata. Tetapi karena waktu yang pendek, kami hanya memilih beberapa saja yang dekat dan terjangkau. Btw, untuk keliling batu, kita bisa menyewa sebuah motor dengan biaya sewa 60.000/hari.

Destinasi yang kami kunjungi adalah sebagai berikut:

1. Kebun Apel

Diniatin pagi-pagi menembus dinginnya Batu ke kebun Apel untuk sarapan buah. Untuk memasuki kebun dan menyantap apel sepuasnya ini dikenakan biaya masuk, tapi maaf, Tiket masuknya berapa saya lupa, hehehe. Prinsipnya di kebun ini adalah All you can eat, makan sepuaaaasssnya tapi ga boleh dibawa pulang.

Sarapan buah

2. Museum Angkut

Ini list pertama banget karena lagi hits. Sesuai dengan namanya, museum ini berisi berbagai macam angkutan pada zaman baheula. Dengan konsep theme park, disini kita bisa punya banyak koleksi foto bagus untuk diupload di sosmed juga 😅

Neng rela ikut abang kemana aja... eaaaaa

3. Gunung Paralayang

Menuju tempat paralayang ini, agak ngeri-ngeri sedap. Rutenya berliku-liku dan angin gunung yang kencang cukup bikin degdegan sewaktu di motor. Harap berhati-hati ya. Tadinya mau coba paralayang tetapi antreannya ga nahaan panjang banget dan kami harus kejar kereta malam ke Jogja jadi terpaksa batal nyobain ‘terbang’ diatas kota Batu deh.

Nonton aja dulu

4. Rumah Pohon

Masih satu lokasi dengan tempat paralayang, tetanggaan. Untuk masuk sini, tiketnya 10.000/orang. Cukup seru. Foto-foto dibeberapa Rumah Pohon sambil melihat pemandangan kota Batu. Mantaab dah.

Merenungi kehidupan.. hahaha

5. Alun- Alun Batu

Tidak lengkap rasanya kalau pergi ke suatu tempat belum mengunjungi alun-alunnya. Maka dari itu, kami memutuskan untuk menikmati sore di alun-alun sebelum ke stasiun Malang

Di alun-alun Batu

6. Batu Night Spectacular

Ga sengaja lewat sini, tadinya mau masuk tapi dilihat-lihat kayaknya mainan anak-anak semua jadi kami batal masuk BNS. Alhasil terdampar di kedai bakso Malang, ajiiippp deh dinginnya Batu disuguhi bakso hangat. Mantab….

Numpang lewat

Demikian trip singkat dari kami. Batu yang sejuk, indah, nyaman dan ga macet bikin jatuh cinta banget deh.