Bincang Skenario bersama Jujur Prananto (Scriptwriter AADC1)

Acara yang bertempat di Universitas Mercubuana, tanggal 16 April 2017 mengambil tema Cerita Dalam Visual yang membahas sinematografi dan skenario film.

Kalau boleh jujur banget sih, saya ikut acara ini karena penasaran dengan pak Jujur Prananto selaku Penulis Naskah film AADC1 dan Petualangan Sherina, dua film yang termasuk film favorit bagi saya karena ceritanya sederhana tapi apik hasilnya.
Lalu, apa sih yang dibagi oleh pak Jujur ini? Yuk lanjut…

Bingung cari ide? So, mulai dari fikiran kita, berandai-andai dengan pertanyaan ‘Bagaimana jika…” kalau sudah ketemu, cobalah untuk berfikir lagi kalau “dan kemudian..” dari hasil pemikiran sederhana itu bisa jadi cerita lho.

Kata pak Jujur mah, tokoh utama kalau bisa yang bakal disukai semua orang, semacam dedek gemes gitu mungkin ya 😁😁😁

Cerita-cerita tentang perjuangan seru tokoh utama selalu dinanti penonton. Saya juga masih pe-er banget nih bikin iniπŸ€”πŸ€”πŸ€”

Kalau ada tokoh utama yang bikin kita kagum banget disebut protagonis, nah kalau mau buat cerita seru berarti harus ada lawannya ya yaitu antagonis. Tokoh antagonis tidak selalu berwujud manusia, bisa dari lembaga atau lingkungan sekitar juga.

Walau tokoh utama sudah bikin klepek-klepek tetapi ada baiknya si peran itu mengalami perubahan sikap atau keadaan. Yah intinya sama, biar lebih greget πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

Selain 5 unsur diatas, pak Jujur juga mengungkapkan satu lagi unsur yang bagus supaya cerita itu lebih bikin baper yaitu perasaan dilema.

Dari sharing pak Jujur ini membuat saya berfikir kalau mau bangun cerita entah itu novel atau skenario film yang bagus selain dari hati dan riset yang baik juga terdapat unsur-unsur diatas.

Selamat membuat cerita di novel atau film ya πŸ™†πŸ™†πŸ™†

Film Pendek Perdana, Akhirnyaaaa!

Buat orang yang hobi baca, nonton dan nulis semacam saya rasanya pasti punya keinginan membuat film pendek sendiri. Bosan nonton dan pengen sekali-kali mah nama kita tertampang di layar smartphone, layar kaca, layar tancap apalagi layar lebar yes πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

Dan akhirnya  impian itu terwujud setelah gabung di Komunitas Filmmaker Muslim Jakarta. Awal Maret mulai gabung ke komunitas, dan kebetulan divisi Film sedang open recruitment untuk divisi mereka, yasudah saya yang amatiran ini iseng daftar. Alhamdulillah diterima dan mulai diperbantukan di project film perdana mereka.

Awal April ada ShortMovie Competition gitu di Al Azhar. Sedangkan sampai pertengahan Maret, ide awal naskah sudah fix tetapi naskahnya masih perlu dirombak sampai bu producer agak khawatir kalau ga bisa ikut lomba itu. Tetapi dengan Bismillah seminggu itu naskah dikebut. Seingat saya, naskah itu 4-5 kali mengalami pengeditan sebelum diketok palu.

Para pemeran di film “Akhir Penantian”

26 Maret, pengambilan gambar dimulai.  Ternyata di lapangan, naskah mengalami pengeditan lagi karena disesuaikan dengan situasi dan kondisi tetapi sayangnya yang ini saya ga ikutan karena posisi sedang diluar kota jadi divisi film yang merevisi lagi. Syuting berjalan selama 2 hari dan saya hanya bisa melihat keseruannya hanya melalui foto-foto saja. Hiks… 😣😣😣

Daaan akhirnya setelah penasaran dan cemas, akhirnya film itu selesai juga dan  bisa diupload di Youtube. Pertama kali lihat gimana perasaannya? Saya sih “oooh Alhamdulillah jadi juga”. Setelah berbosan-bosan edit sana sini akhirnya tayang juga, dan lucu sendiri melihat tokoh yang tadinya khayalan eh jadi kenyataan😁😁😁

Untuk menonton filmnya bisa klik link ini  Film pendek “Akhir Penantian”


Update 12 April 2017

Alhamdulillah, pada tanggal 9 April diumumkan bahwa film dari KFMM Jakarta ini meraih juara 1. Ga nyangka sih tapi Alhamdulillah jika karya kami diapresiasi. Semoga menjadi penyemangat untuk karya ke depannya.

Divisi Film KFMM Jakarta minus saya. πŸ˜†

Buat teman-teman yang sudah menonton, apalagi sampai membubuhkan Like, Comment atau Subscribe, saya mewakili divisi film KFMM Jakarta mengucapkan banyak terima kasih. Jika ada saran dan kritik, tidak usah segan untuk diutarakan ya karena itu sangat kami butuhkan untuk proses belajar kami ke depannya 😊😊😊

Yuukk.. kapan gitu kita shooting bareng? πŸ˜ƒ

Aku Ingin Kamu “ada apanya”

Mungkin ‘ada apanya’ terkesan materialistis ya karena kata itu sering dikonotasikan dengan segala hal yang berbau materi atau status sosial. Padahal kata itu bisa saja tentang visi misi rumahtangga. Tujuan berumah tangga menjadi penting karena menentukan arah bahtera pernikahan nantinya. Jangan sampai kehidupan suami istri menjadi terombang-ambing karena lupa menentukan pijakannya dari awal.

Visi dan misi pernikahan yang dijabarkan si doi pasti menggambarkan kualitas diri orang tersebut. Kualitas itu melingkupi isi fikiran, omongan dan tingkah laku kesehariannya. Itu yang penting. Kita menikah bukan untuk mencari tukang cuci, tukang masak, tukang jaga anak ataupun mesin atm berjalan. Kita menikah untuk bertemu partner hidup yang saling mengayomi, saling menghargai dan tentu saja saling mencintai. Yang sanggup berjuang bareng, yang hari ini bisa ngambek-ngambekan tapi besok udah cekikikan bareng, yang kalau diskusi bisa panas macam gurun sahara kemudian setelahnya bisa santai kaya di pantai. Kita cari pelengkap diri.

Visi dan misi disini harus jelas karena menentukan arah pernikahan itu sendiri. Kalau hanya ingin romantisnya saja, mungkin kita bisa contek di drama korea yang bejibun itu. Tetapi bagi muslim, pernikahan adalah proses membentuk sebuah peradaban. Kalau kita hanya ingin peradaban yang biasa saja yasudah biasa saja. Tetapi kalau kita ingin dari pernikahan itu hadir generasi sebaik umar bin abdul aziz maka kita bisa mulai dari pola pernikahan terlebih dahulu.

Pola pernikahan yang dibicarakan dari awal juga bisa menjadi pijakan ketika futur melanda. Futur itu manusiawi, yang tidak baik adalah mundur dari perjuangan maka dari itu kita butuh pasangan yang sanggup saling menguatkan dan memotivasi. Bayangkan kalau kita lagi malas kajian terus ada yang bersedia antar jemput atau gantian jaga anak, atau malas ikut aksi eh ada yang mau panas-panasan bareng sambil gandengan ditengah aksi… itu lebih so sweet daripada makan malam berdua dipinggir pantai. Walau kalau disuruh pilih pasti pilih dua-duanya ya kan πŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒ.

Jadi, sebelum mulai mengumpulkan pundi-pundi untuk menikah. Cobalah merenung sejenak, sebenarnya saya menikah untuk apa? Ingin yang bagaimana? Cita-citanya apa? Rumahtangga yang seperti apa? Generasi selanjutnya mau dididik bagaimana?  Kalau merasa udah yakin dengan jawaban-jawaban  kita sendiri, ayo perjuangkan si jodoh yang belum kelihatan itu.

Pahlawan Islam yang Masuk Neraka

Suatu saat, Rasulullah memimpin pasukan muslimin melawan pasukan musyrikin.

Dalam pasukan muslimin terdapat seorang laki-laki bernama Qotsman. Ia bertempur penuh keberanian. Banyak prajurit musuh yang mati ditangannya. Pada pertempuran itu, Qotsman bagaikan seekor singa lapar yang menerkam mangsanya. Namun, pasukan muslimin menemukan Qotsman terbujur kaku dengan luka-luka disekujur tubuhnya. Menurut para sahabat Rasulullah, Qotsman telah gugur sebagai syuhada dan masuk surga.

Namun Rasulullah berkata lain “Sebenarnya Qotsman termasuk penghuni neraka. Karena selama pertempuran tadi, Qotsman tertikam pedang musuh hingga tubuhnya terluka. Sayangnya, ia tidak tahan menanggung sakit lukanya. Ia jadi putus asa dan akhirnya bunuh diri dengan menusukkan pedang ke dadanya”
“Karena itu kematian Qotsman bukanlah syahid dibunuh musuh, tapi ia membunuh dirinya sendiri” lanjut Rasulullah kemudian. “Itulah yang membuatnya menjadi penghuni neraka. Qotsman berperang bukan ikhlas karena Allah, melainkan hanya ingin terkenal”

Kekerasan adalah tontonan?

Tadi pagi…

Dari jauh, saya melihat 2 orang anak SD menghampiri sebuah sekolah, tepat di pos tempat satpamnya yang sedang kosong, mereka memberikan tonjokan kepada seorang bocah MI. Anak-anak disekeliling mereka terdiam dan hanya menonton. Bocak MI itu menangis. Setelah puas memberi kepalan tangannya, siswa SD itu kemudian pergi.

Setelah mendekati area itu, saya menghampiri para penonton dan bertanya kepada salahsatu murid disana

“Kenapa diam saja, ayo lapor ke gurunya”

“Biarin, bu, anggap saja tontonan” 

Iyaaappp.. dengan polosnya, dia anggap peristiwa kekerasan adalah tontonan. Hmm.. mungkin bukan hanya dia tetapi juga mereka semua yang menyaksikan.

Entah apa yang konslet difikiran kita hari ini. Ramai orang menganggap bahwa kekerasan, pelecehan dan penistaan sebagai suatu tontonan yang menarik. Mereka mengerubungi lalu melihat. Apa hidup sudah terlalu keras untuk sekedar menampilkan rasa empati dan simpati? Atau ternyata hanya hati kita saja yang membatu?

Mungkin anak-anak yang saya ceritakan diatas tidak sepenuhnya salah, karena mereka masih dalam kategori peniru. Iya mereka ‘dituntun’ oleh orang dewasa yang kekanak-kanakan. Yang lebih percaya kekuatan adalah pusat kejantanan daripada mengedepankan otak dan hati. Mungkin kita juga patut berterima kasih kepada para stasiun tv yang tragisnya masih menyiarkan sinetron-sinetron tidak bermutu, yang berisi kisah menye-menye tak terlihat manfaatnya.

Peristiwa pagi ini mengingat kembali bahwa banyak sekali tugas kita sebagai pemuda karena selain wajib menjadi orang baik, kita juga bertugas memperbaiki lingkungan.

Berbagi buku: Berbagi Semangat dan Inspirasi

​Suka kalau melihat anak-anak yang cerdas? Pasti dong!

Karena anak-anak adalah aset masa depan. Jika kita mampu memberi stimulasi yang keren untuk mereka maka sama saja kita telah dalam perjalanan membentuk sebuah generasi yang hebat. Salahsatu caranya adalah dengan memberi buku-buku berkualitas kepada mereka.

Nah ada acara bagus dari Klub Buku dan Blogger Backpacker Jakarta nih. Mereka membuat sebuah program yang bernama SERIBU BUKU ANAK dengan mengambil tema: Berbagi buku, berbagi semangat dan inspirasimu. Seribu buku anak akan berlangsung pada 20 Februari- 20 Mei 2017 dan diharapkan dalam rentang waktu itu dapat menyebarkan buku-buku anak dengan kualitas terbaik kepada seluruh anak Indonesia di tiap-tiap Provinsi.


Untuk mencapai tujuan dengan maksimal, kubbu mengundang teman-teman semua yang memiliki semangat berbagi yang sama untuk bergabung dalam program ini baik dalam bentuk donasi buku, uang ataupun menjadi relawan penyebaran buku di seluruh Indonesia. Dengan ikut acara ini juga secara tidak langsung kita membantu program pemerintah untuk mencerdaskan generasi selanjutnya lho.

Kalau bukan kita, siapa lagi???

Kalau bukan sekarang, kapan lagi???

Ayo bergerak !

Grup Whatsapp yang Bisa Bikin Hidupmu Lebih Islami

Jika jenuh dengan isi whatsapp yang hanya obrolan gitu-gitu saja atau ingin menambah silaturrahim dan wawasan keislaman tetapi waktu sudah habis di kantor atau ruang kuliah, mungkin bisa ikut gabung ke grup online komunitas-komunitas muslim keren yang ‘bergizi’ ini.
Sebenarnya banyak komunitas islami lainnya, tetapi kali ini kita bahas 5 komunitas ini dulu saja ya. Silahkan…



1. JELAJAH MASJID

Klub Jelajah Masjid ini sebenarnya adalah bagian dari komunitas Backpacker Jakarta. Grup yang semua membernya muslim ini berisi kegiatan menjelajah masjid di sekitar jabodetabek dan pulau jawa. Namun, Jelajah Masjid yang biasa disingkat JM ini tidak hanya berisi penjelajahan masjid saja tetapi juga kajian islami yang sesuai dengan topik sehari-hari. Bagi yang penasaran dan ingin bergabung bisa daftar langsung akun Instagramnya.
2. ONE DAY ONE JUZ (ODOJ)

Masih sering berat dan malas untuk mengaji Qur’an? Berarti harus gabung ke komunitas ini. Di komunitas ini berkumpul orang-orang yang bertekad untuk tilawah 1 juz dalam satu hari. Disana kalian bisa saling support untuk tetap istiqomah bertilawah. Tertarik? Silahkan langsung ke web nya www.onedayonejuz.org



3. KOMUNITAS TAHAJJUD BERANTAI (KUTUB)

Rindu berduaan dengan Allah atau sekedar bercerita tentang hidup pada Yang Maha Kuasa dalam suasana yang syahdu tapi masih berat untuk menunaikan sholat malam? Berarti kalian harus masuk kutub ini. Komunitas ini punya misi mulia yaitu membudayakan sholat tahajjud setiap malam kepada seluruh lapisan masyarakat muslim. Ayo gabung grup whatsappnya dengan mendaftar ke 083872880861 (ikhwan) dan 085781335632 (akhwat).


4. PEJUANG SUBUH

Sebelum jadi pejuang buat si dia, coba deh jadi pejuang subuh dulu. Komunitas ini dibagi perwilayah, mungkin supaya bisa saling membangunkan ya atau bisa jadi janjian subuhan dalam satu masjid bareng. Yang berminat jadi pasukan pejuang keren ini, cuss kirim pesan langsung ke akun instagramnya ya. Semangat subuhan guys.



5. FILMMAKER MUSLIM

Kalau kalian tipe yang suka penasaran cara bikin film atau pengen jadi artis Berarti cocok masuk komunitas ini. Komunitas ini dibagi perwilayah dengan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan film mulai dari nulis skenario sampai cara akting dengan instruktur yang sudah berpengalaman. Karena namanya filmmaker muslim, otomatis film yang dibuat film islami lah ya jadi sekalian menyalurkan hobi ngartis juga bisa sambil da’wah. Ikut komunitas keren ini bisa lewat akun instagram masing-masing wilayah, beda kota beda juga nomor adminnya.